Posts

Showing posts from April, 2012

KAYAK ANGKOT

Image
Tadi siang, ditengah angin sepoi-sepoi yang melambai-lambai nyiur di pantai, eh maksudnya di mushola kampus tumpangan yang indah memesona, gue chit-chat dengan dua orang teman yang kebetulan ada jadwal kuliah yang sama jam 4 sore yang notabene masih 2 jam lagi. Gak ada yang spesial sih dari chit-chat kita siang itu. Tapi gara-gara secuil kalimat yang gue abadikan di twitter saat perjalanan menuju kampus tadi pagi, kita kompak senyum-senyum dan mengangguk-ngangguk lalu bernyanyi trilili..lili..lili..lili...  Kalimatnya singkat --> Cinta itu kayak angkot :) Sebenarnya bukan angkotnya sih, tapi lebih tepatnya supir angkot dan penumpang angkot. Bingung ya? orait, gue jelaskan. Gini, Cinta itu kayak supir angkot. Ada yang ngetem lamaaaaaaaa sekali, ngumpulin penumpang sampai penuh tak bersisa ruangan sedikitpun, kemudian baru menuju tempat tujuan. Padahal tak jarang penumpang yang sampai akhir perjalanan hanya satu orang saja. Seperti halnya cinta. Banyak orang lama...

BOHONG

Image
Bohong itu gak enak ya? Bikin deg-deg-an, bikin merasa bersalah. Bikin dimana-mana serba tersudutkan. Satu kali bohong, dua tiga kali bohong siap menanti. Itu sebabnya hidung Pinokio tak pernah memendek, malah sebaliknya. Kali ini, rasanya gue benar-benar kapok bolos kuliah. Semester ini, semester pertama dan terakhir (amin) gue bolos kuliah hanya untuk jalan-jalan sama teman. Bukan jalan ke mall sih, tadabbur alam lebih tepatnya, tapi di waktu yang tak tepat. Ya ya ya, bohong itu rasanya tak pernah baik, walau niatnya luar biasa mulia. Tetap saja, sekali bohong, tetap bohong, apapun alasannya. Efek jangka pendek dari berbohong itu hanya rasa bersalah, tapi efek jangka panjang dan abadinya, luar biasa membebani sang pelaku kebohongan. Mulai dari hilang kepercayaan dari orang lain sampai masuk neraka. Aku selalu benci bila dibohongi, tapi aku masih tetap berbohong. Naif. Munafik. Tuhan, serius, aku tak pernah ingin lagi berbohong. Bantu aku ya?

Seem like a game

Image
THis is my first englih post. I never think that i can write it even just one post. I think, it so difficult and i can express what i felt as detail if i write it ini my mother language (Bahasa Indonesia). So, what topic that i can discuss it to night? An extreme topic which always hang around in my own mind, a death. If i could take a perspective about life, i see a life is just like a games. At least, life is seems like The Sim' Game. I awake in the morning, doing many routines, going to campus, back to home in the night, arrive safely (alhamdulillah), and then, sleep tight.  So, how about death? is it like a game? Sometimes, it is yes and sometimes it's not. Death is like shock therapy. It's perfectly specialist of trigger of an awkward moment, sad episode, and also unbeliveable fact.  Imagine, when lose someone you love him so much, can you feel that he/she always around you for a weeks or a months?  It is like a game without extra life...

STATUS

Image
Hari ini sebenarnya hari yang kurang tepat untuk bahas masalah status. Hari ini kakak dari emak gue meninggal, tepatnya sih kemarin sore. Tapi dikuburkan hari ini dekat rumah gue. Ya, ada penguburan berarti ada kumpul keluarga dan kerabat yang sedang berduka. Dan dengan demikian akan banyak juga pertanyaan ataupun doa yang sama sekali tak cocok dengan alasan mengapa mereka berkumpul dan berduka disini. Di satu sisi, gue seneng sih bisa ketemu sanak saudara yang oke dan keren. Di sisi lain, gue harus berusaha menampakkan ekspresi sebiasa mungkin saat ada celetukan atau pertanyaan bernada gurauan tentang kapan status lajang akan berakhir. Kalau gue harus jawab semua itu dengan jujur, gue juga mau nikah cepat. Tapi minimal 2 tahun lagi. Heloooo, umur gue masih 22! masih muda, men! sarjana aja belom >,< Santai aja napa sih? Gue mau kok nikah. Tapi nanti. Bukan sekarang. Di-cie-cie-in dikit aja gue udah ilfil, apalagi ditanya-tanya kapan kawin! argh, urusan ini urusan...

PILIHAN

Image
"Apakah hidup ini soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu." Pilihan. Selalu sulit menyatakan kau memilih A atau B, C atau Z, bahkan memilih untuk menulis disini atau tidak sebenarnya perlu waktu yang relatif panjang. Aku tak begitu mengerti tentang pilihan. Yang aku tahu, saat orang memilih, artinya ia sudah kebal dan siap menerima dampak yang selanjutnya akan muncul.  Aku tak begitu yakin dengan pilihan yang telah kupilih, karena kutahu, suatu saat, pilihan ini akan berada pada posisi yang tak pantas untuk dipilih. Kembali ke kalimat pembukaan tulisan ini. Memilih orang lain menjadi pilihan pertama tak selalu berbuah sebaliknya.  Apalah kewajiban mereka untuk memilih kita menjadi yang pertama dalam pilihannya? Bukankah mereka juga punya hak memilih orang lain menjadi pilihan pertama saat kita me...

GARA-GARA KANCIL

Image
Si Kancil anak nakal, Suka mencuri ketimun, Ayo lekas dikurung, jangan diberi ampun, Sekilas rasanya tak ada yang menarik dan aneh dari rangkaian baut i lagu si Kancil ini.  Tapi tiba-tiba terlintas di kepala gue pikiran yang tak lazim. "anak nakal --> dikurung" Wah, rasanya gue tau kenapa akhir-akhir ini anak-anak nakal ramai-ramai dikurung orang tuanya. Pasti orang tuanya terinspirasi dari lagu si Kancil. Kayaknya sih gitu. Hehe. Selesai

ANGKOT DE TELENOVELA

Image
Akhirnya, gue menemukan satu tempat dimana banyak sekali hiburan dan cerita bisa gue dapatkan dengan singkat. Hampir separuh waktu hidup gue, gue habiskan di sebuah angkutan umum bernama angkot. Maklum, boi, Trans Metro Bandung belum bisa se-hebat Trans Jakarta yang bisa merangsek hingga bagian terujung dari Jakarta.  Menurut gue, angkot itu tak jauh berbeda dari kumpulan episode telenovela yang dituturkan seperti seseorang sedang mendongeng. Misalnya, suatu hari supir angkot yang gue tumpangi bercerita tentang prahara rumah tangganya. Memang sepertinya gampang saja bercerita, tapi apakah ia tak malu? itu kan masalah keluarganya? aib, bukan? kenapa diumbar dnegan mudahnya hanya karena berlandaskan kalimat "kita semua dalam satu angkot itu tak saling mengenal satu sama lain" ? Ah, orang dewasa memang sulit dimengerti! Di angkot, orang dengan mudahnya bertegur sapa hanya karena bayi mungil babling mencari perhatian. Di angkot, orang dengan mudahnya bersekongkol me...

KATEGORIAL

Image
Entah dari kapan, gue sangat ingin sekali menulis postingan ini.Ada beberapa kategori tukang ojeg dan tukang becak yang gue tahu hingga saat ini. Oh ya, kategori-kategori ini murni subjektifitas ya. Jadi jangan diambil pusing :) Golongan pertama, adalah tukang becak dan tukang ojeg yang baik. Baik disini berarti dia tidak banyak bicara ngalor ngidul dan tak banyak bertanya ngalor ngidul. Menurut gue, kenikmatan perjalanan itu saat gue bisa diam tak banyak bicara dan menikmati setiap detik perjalanan gue tanpa diganggu, termasuk sang pengarah perjalanan alias tukang ojeg dan tukang becak. Serius, gue kurang suka ngobrol dengan orang asing di perjalanan, kecuali gue yang mulai :) Golongan kedua, golongan sok asik. Golongan ini dipenuhi dengan tukang ojeg dan tukang becak yang gaul teknologi alias melek teknologi, tapi sayangnya merugikan penumpang dan pengguna jasa. Pasalnya, suatu hari gue pernah naik sebuah becak yang pengemudinya sedang asik bluetooth-an dan becak yang g...

LENGKAP ITU TERASA DI SETIAP DETIK

Image
Komunikasi itu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Bisa satu arah ataupun dua arah. Masalah terjadi bila komunikasi yang tadinya ditujukan untuk komunikasi dua arah, ternyata bertepuk sebelah tangan karena berbagai hal, salah satunya karena jaringan kurang bisa diandalkan. Dan gue adalah salah satu “korban” miskomunikasi sebagai tumbal dari jeleknya jaringan. Suatu hari, gue jadi panitia acara yang lumayan besar dan prestisius. Seperti selalu, dimana ada kepanitiaan, pasti ada koordinasi antar panitia. Disinilah kisah gue dimulai.  Percekcokan bermunculan hanya karena SMS “penting!” tak terbalas. Kenapa gue katakan SMS “penting!”? karena diakhir pesan selalu tertulis kata “Penting!” Padahal rasanya semua SMS “penting!” itu sudah terbalas, tapi ternyata semua jawaban tersangkut di outbox. Lain SMS, lain pula telepon. Mayoritas rekan kerja gue mengeluh handphone gue susah dihubungi. Padahal gadget itu selalu on tanpa pernah off selama masa koord...