KAYAK ANGKOT
Tadi siang, ditengah angin sepoi-sepoi yang melambai-lambai nyiur di pantai, eh maksudnya di mushola kampus tumpangan yang indah memesona, gue chit-chat dengan dua orang teman yang kebetulan ada jadwal kuliah yang sama jam 4 sore yang notabene masih 2 jam lagi. Gak ada yang spesial sih dari chit-chat kita siang itu. Tapi gara-gara secuil kalimat yang gue abadikan di twitter saat perjalanan menuju kampus tadi pagi, kita kompak senyum-senyum dan mengangguk-ngangguk lalu bernyanyi trilili..lili..lili..lili... Kalimatnya singkat --> Cinta itu kayak angkot :) Sebenarnya bukan angkotnya sih, tapi lebih tepatnya supir angkot dan penumpang angkot. Bingung ya? orait, gue jelaskan. Gini, Cinta itu kayak supir angkot. Ada yang ngetem lamaaaaaaaa sekali, ngumpulin penumpang sampai penuh tak bersisa ruangan sedikitpun, kemudian baru menuju tempat tujuan. Padahal tak jarang penumpang yang sampai akhir perjalanan hanya satu orang saja. Seperti halnya cinta. Banyak orang lama...