Posts

Showing posts from February, 2012

TERKAIT

Image
Beberapa hari yang lalu, aku menulis tentang bulan ini. Bulan yang ter-ter-ter entah ter apa. Dan lucunya, semua itu rasanya bukan kebetulan semata. Bulan ini aku kehilangan sahabatku. Sahabat jauh yang baru kuakui sebagai sahabat karena ia yang mulai mengakuinya di akhir hidupnya. Haha, lucu ya? sangat lucu sekali. Sampai aku tak bisa berhenti tersenyum sambil menangis.  Baru kali ini rasanya jerih melihat profil social network seseorang yang telah tiada. Tolong jangan tanya kenapa, karena aku tak tahu dengan pasti apa sebabnya. Hem..berkali-kali kucoba tahan sesak di tenggorokan karena ingin menangis dan berteriak. tapi lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum sambil menangis. Senyum yang jerih. Senyum yang akan jadi alat untuk mengikhlaskan semua ini sebelum diikhlaskan. Ah, aku tak suka kata sabar dan kini bertambah menjadi tak suka kata tabah. Mungkin kata ikhlas lebih baik, meskipun sama-sama abstrak. Sama-sama absurd. Sama-sama tak ingin kuucapkan untuk orang lain....

Damai kau bersama-Nya

Image
Hey, kau yang seharusnya hari ini berjamaah di masjid terdekt disana. Bagaimana kabarmu? Tuhan pasti sedang senang ya, hamba baik nan sabarnya datang kesana menemui Nya. Titipkan rasa terimakasihku untuk Nya, ya far? Terimakasih banyak telah mengirimkan sosok baik sepertimu ke duniaku. Padahal caranya sangat-sangat aneh. Sangat singkat. Sangat tak terprediksi. Tapi meninggalkan kenangan yang membuatku hampir selalu menangis karenanya. Hey, far. Kau bilang cowok bule itu bau ya? hem, aku pilih bule yang rajin mandi kalau begitu :D Entah kenapa, aku jadi semakin ingin ke negeri kangguru yang ada makhluk bernama koala sepertimu :D Haha, obsesiku dan melati itu mungkin terlalu bodoh. Tapi aku heran, kau yakin sekali dan selalu mengatakan "Jadi pemimpi itu harus berani!" Jujur, dulu aku pernah berpikir, rasanya kau saja yg harus pergi dari kehidupan melati dan nadien, supaya tak ada yang tersakiti. Tapi itu dulu, far. Sungguh. Demi apapun. Aku tak pernah ingin kau p...

SAYA, GUE, AKU, ANE..

Beberapa temanku terheran-heran dengan banyaknya penggunaan kata ganti orang pertama di blog ini. Terkadang aku, saya, gue sampai ane (tapi perasaan aku tak pernah meng-ane-kan diri). Tak konsisten. Tak indah. dan tak tak lain yang menurut mereka tak cocok atau apalah komentarnya. Aku juga bingung mengapa itu terjadi. Hehe Sungguh, aku hanya mengikuti bagaimana jariku memilih tuts keyboard. Ya, pastinya dengan koordinasi dari otak. Ketika kurasa tulisan ini harus memakai kata "aku" maka kupakai "aku" sejak awal. begitupun dengan saya, gue, dan ane. Tapi bila itu membuatmu enggan untuk membacanya dan membuat blog ini semakin rancu saja, yasudahlah..tak usah lihat dan kunjungi lagi. Toh aku akan tetap mengisinya jika kumau. Toh ini tetap blogku walau kau mengomel tentang penggunaan kata yang salah atau menurutmu tak tepat. Toh aku juga menerima masukanmu bila kupikir itu cocok denganku. Toh jika kau ingin orang lain menulis seperti apa maumu, kenapa kau ...

TER-TER-TER

Bulan Februari, eh Pebruari, ah bagaimanapun tulisannya, kau pasti mengerti maksudku adalah bulan kedua dari 12 bulan yang ada. Bulan kedua di tahun ini memberi banyak coretan berharga di hidupku yang berjalan ke usia 22. Ih, tua :D Terlepas dari betapa tuanya diriku ini, yang jelas bulan ini bulan yang sangat berharga. Bulan dimana aku hampir lebih dari 15 jam memandang monitor yang tak pernah berupa bentuknya. Bulan dimana sms-sms penting yang kukumpulkan raib karena terkantuk-kantuk saat membaca pesan dari seorang teman dan akhirnya tertekan perintah "hapus semua". Bulan dimana aku pertama kalinya ditolak menjadi bagian dari kepanitiaan hanya karena suatu hal yang meurutku tidak esensial. Ah, bulan ini memang bulan yang ter-ter-ter- ter apa aku tak tahu! Bulan ini postingan di blogku juga meluap seperti banjir. bagiku, 11 postingan dalam satu bulan itu luar biasa :D ya, walau dengan banyak kekurangan didalamnya, tetap saja. Ini blog-ku. Diari virtualku. Tapi ...

RASANYA TAK PERLU KECEWA

Haha, hari ini menemukan sesuatu yang sejak lama kucari. Sesuatu yang bukan seperti Alhamdulillahnya Syahrini. Sesuatu yang nyatanya tak se-membahagiakan seperti yang aku bayangkan ketika kutemukan. Sesuatu yang,,yaa begitulah.  aku girang bukan kepalang. Seperti menemukan tumpukan uang. Oh, atau bahkan rasanya seperti menemukan air ketika dunia beranjak siang. Intinya, pada awal kumenemukannya, aku bahagia. Sayang disayang, semua itu bak tamparan yang nyata. Ada hal lain yang membuatku kecewa. Hal yang tak biasa. Hal yang berharga. Berharga karena sebelumnya tak pernah ada. Ya, ya..kenapa pula harus kecewa? saat rasa senang dan bahagia hanya karena begitu lama aku mengaharapkan menemukannya.  Kenapa pula harus kecewa? karena ternyata memang sebenarnya tak pantas kecewa. Bahkan untuk apa berharap pada yang jelas-jelas bisa dengan mudah mengecewakan? Ya, ya..rasanya tak perlu kecewa. Dan akhirnya aku tersadar, bila kekecewaan dan kebahagiaan itu bak air dan ...

ARTI MENJAUH (Part 2)

Image
Aku tak tahu apakah aku harus menyesal atau bergembira, untuk kedua kali dengan rentang waktu yang begitu panjang, ia kembali mengirimkan sebuah pesan padaku. pesan yang senada dengan pesan sebelumnya. pesan yang bermaksud satu, tentang perasaannya padaku.  “All I did, just want to know how my feel to you, and now I knew exactly how.. I love you.” Pesan itu diakhiri dengan kata-kata yang sama, “Tak usah membalas pesan ini, aku hanya ingin kau tahu perasaanku.” Lagi, setelah semuanya terjadi, ia menghilang bak ditelan bumi. Menjauh perlahan tapi pasti.Meninggalkanku yang masih (lagi-lagi) tergoncang seperti menjadi bagian dari tsunami. Ah, Tuhan..begitu rumitkah kisahku? ataukah aku yang terlalu membuat ini semua menjadi rumit? Aku tak pernah berpikir aku akan kehilangan asa bila tanpanya. Aku tak pernah merasa aku akan gagal menghadapi cita hanya karena masalah cinta. Aku tak pernah percaya, bahwa sebenarnya aku juga mempunyai pe...

ARTI MENJAUH (Part 1)

Image
-Cerita ini cerita dari seorang rekan. Rekan yang tak sengaja bercerita tentang kisah manis-pahitnya. Cerita yang berharga, walau mungkin tak berakhir seperti cerita-cerita cinta kebanyakan. Jadi, jangan hanya karena aku menceritakannya disini, lalu semua itu sepertinya aku yang merasakan. Ini hanya aksi plagiasi resmi yang disetujui olehnya. Mohon maaf bila ada kata-kata atau urutan cerita yang ganjil, baru belajar :D- Selamat membaca Kawan, bila kau sering mendengar cerita tentang cinta yang berujung pada bersatunya dua sejoli oleh satu landasan yang dikatakan cinta setelah sang pria mengungkapkan perasaanya pada pujaan hatinya, maka disini, dicerita ini, kau akan temukan sebuah kisah yang berbanding terbalik dengan kisah abadi yang sebenarnya tak abadi, kisah Rome-Juliet. Ini kisahku, kisah dimana aku mendapatkan pencerahan tentang arti cinta yang tak biasa. Cinta yang terasa saat ia menjauh. Cinta yang menjadi tanda tanya setelah ia mengungkapkannya....

MEM-BANDUNG!

Akhirnya, selasa pagi datang. Gue harus siap-siap pulang dan membandung lagi. Oh ya, istilah "membandung" itu sering gue dengar dari orang-orang yang sering berseliweran di facebook, secara gue aktivis fb, jadi harus rajin jadi stalker beberapa teman yang pantas untuk di-stalker-in. Back to our main topic, pulang ke Bandung. Setelah beberapa jam gue singgah di Bekasi, akhirnya gue harus pulang ke Bandung bareng Yanti.  Strategi harus gue susun, karena 3 orang sosok menakutkan bisa-bisa menyerang gue dengan omelan-omelan dalam satu waktu. Sosok pertama, sosok bapak-bapak yang meneror gue dengan berkas-berkas yang harus gue siapkan sejak hari Jum'at. Sosok kedua, sosok bapak-bapak tampan yang bijak tapi kalau sedang marah menakutkan na'uzubillah. Sosok ketiga, sosok ibu-ibu yang baik hati tapi kalau marah bisa-bisa bak pecah kongsi antara Amerika dan Uni Soviet. Haaahh, ketiganya sukses bikin gue stress! Sekitar jam 6 pagi Umi, Ayah dan Jejen mengantar kit...

DADAH JAKARTA ..BEKASI, I'M COMING!

Ternyata jadi artis dadakan yang sibuk berpose itu melelahkan, ya? tak sadar lebih dari 50 poto diabadikan untuk mengenang pernahnya kita jalan-jalan ke taman Suropati. Taman suropati memang seperti taman kebanyakan, tak ada yang lebih istimewa dari kunjungan ke taman itu bersama orang-orang yang istimewa.  Sayang, gue harus pulang ke Bandung saat itu juga. Perjalanan taman Suropati-Kampung Rambutan tak semulus yang gue kira. Banjir, macet, berdesakan dibusway mewarnai perjalanan pulang kali ini. Singkat cerita, gue sampai kampung Rambutan sekitar jam 5 sore. Gue sempet mampir ke Mushola untuk sholat disana. Ini yang bikin gue terkaget-kaget. Mushola berada di sebuah ruangan kumuh yang enggan untuk dirawat pemerintah. Tempat wudlu perempuan dan laki-laki jadi satu. Air yang mengalir berbau besi. Ah, untung saja mushola ini punya beberapa mukena yang bisa dipinjam sebagai penghibur hati. Gue sangka, dengan fasilitas yang menyedihkan itu para pemakai "jasa" mushola dan ...

TAMAN SUROPATI

Image
Demi apa gue gak pernah mimpi bisa ke Taman Suropati. Tempat yang gue baru dengar saat gue tertarik dengan alat musik biola dari seorang teman. Disana, di Taman Suropati, biasanya komunitas pecinta biola berkumpul dan bermain biola. Disana, semua orang bisa belajar biola tanpa biaya sedikitpun. Bukan gue namanya kalau gak ngiler dengar kata "gratisan" :P Sebelum jalan ke taman ini, gue sempat dilema karena saat kita berenam keluar rumah, waktu sudah menunjukkan jam 10 pagi, menurut gue sih, jam 10 itu masuk ke siang :) Dan rencananya, hari itu gue sudah bertekad untuk pulang ke Bandung. Yap, ini bukan pilihan yang mudah. Satu sisi gue nafsu gila jalan-jalan ke taman Suropati, di sisi lain ada bayangan orang tua yang ngomel-ngomel kalau gue terlambat pulang dan disisi lain ada sosok bapak-bapak yang nunjuk-nunjuk gue bawa selembar formulir yang seharusnya gue isi sejak hari jum'at. Karena dua dari tiga pilihan itu tak menyenangkan, akhirnya gue pilih yang p...

TRUTH OR DARE!

Acara konferensi di gedung RRI Jakarta pun selesai sudah. Setelah poto-poto narsis terabadikan dalam kamera pink punya Jejen , akhirnya kita buru-buru keluar menuju lapangan parkir di depan kantor RRI. Disana, Bapaknya Fajan alias Bapak kita semua saat itu sudah menunggu sejak jam setengah 5 sore! padahal kita baru keluar setengah 6 sore! Kontras banget dengan keadaan berangkat ke acara yang terlambat 1 jam dari jadwal yang telah ditentukan. Haduh, ayo kiki lo bisa gak terlambat lagi!!!!!! Setengah buru-buru, kita belingsatan masuk mobil. Ketika semua orang sudah pada posisi yang nyaman, tiba-tiba Bapak kita semua nyeletuk, "Loh, kok yang dibelakang 3 orang?"  Yang dibelakang? berarti gue dong? setelah tengok kanan kiri, depa belakang, gue baru ngeuh kalau memang deretan kursi gue yang sedang menjadi topik pembicaraan. And you know what? ternyata ada Jejen + Mamen  sudah ada di sebelah gue. Omaigat, kenapa bisa gak sadar kalau lebih baik jajaran kedua yang dipenuhi...

LIBURAN BERSERTIFIKAT PART II

Image
Keputusan gue pindah ke lantai satu itu memang sangat tepat! Sesi 3 itu diisi oleh Ayu Kartika Dewi dan Leon (gue gak tahu nama panjangnya). Siapa yang gak tahu Ayu Kartika Dewi? Pengajar muda di Indonesia Mengajar yang rela melepaskan karirnya di Singapura demi menyumbangkan ilmu di pelosok Halmahera Selatan sana.Sedangkan Leon, adalah founder Koperasi KASIH Indonesia. Bayangin deh, lulusan cumlaude dari FE UI dan sempat kerja di McKinsey, tapi rela melepas semuanya hanya karena ingin berbagi dengan orang lain? Kalau gue yang ada di posisinya, mungkin gue gak akan senekat itu. Inti dari sesi ini, BERBAGILAH, KARENA DENGAN BERBAGI ANDA AKAN MENUMBUHKAN INSPIRASI UNTUK BERBAGI. IMPIAN ITU MAHAL, MAKA JANGAN RAGU UNTUK MEMBAYAR MAHAL.  "It's never too late to be whoever you want to be. Change! or stay the same. I hope you be the best." Ayu Kartika Dewi "Your life is your choice, God never force you to do these all." Leon Sesi selanjut...

LIBURAN BERSERTIFIKAT

Tujuan gue pergi ke Jakarta itu gak pernah lepas dari dua hal, kunjungan keluarga dan menghadiri suatu acara (walaupun selalu hanya jadi followers saja). Dan kali ini, acara yang harus dihadiri adalah Konferensi Nasional Meet The Leaders yang diselenggarakan oleh Indonesian Future Leader.Kebanyakan peserta yang datang itu anak UI dan anak-anak utusan daerah alias anggota Parlemen Muda. Tapi gak apa-apa, semakin jadi minoritas, semakin mudah diperhatikan, semakin mudah eksis dan semakin mudah "di-ciri-an" hha Lagi-lagi gara-gara telat bangun pagi, gue harus rela gak ngedengerin keynote speech dari founder IFL alias Iman Usman. Gara-gara telat bangun pagi, gue harus rela duduk di lantai dua which is lantai yg gelap dan ga pernah ditatap sama narasumber bahkan MC sekalipun. Gara-gara bangun telat, gue harus rela memperhatikan Joko Widodo, Anies Baswedan sampai duta besar Uni Eropa untuk Indonesia yang susah banget namanya itu dengan posisi tidak lazim, seperti orang lihat ...

JAKARTA, I'M COMING!

Kereta api yag gue tumpangi itu ternyata tepat waktu kalau berangkat, tapi molor sampai di stasiun tujuan (Gambir). Di jadwal yang ada di tiket, gue bisa sampai di stasiun tujuan jam setengah 12 siang lebih dikit, tapi nyatanya, gue sampai jam 12 lebih dikit. Oh, andai saja berangkat yg telat sampai yang tepat waktu, gue udah ada di Gambir sejak beberapa jam yang lalu. Sayangnya, ini sudah takkan terjadi :D Ah, sudahlah..yang penting saat gue sampai di stasiun Gambir, gue pengen teriak : OI, JAKARTA...I'M COMING!! agak lebay mungkin ya, tapi gak apa-apa lah untuk perjalanan pertama ke Jakarta setelah sekian lama naik mobil dan bus.  Beruntung, gue punya rombongan yang rela nungguin berjam-jam demi keluar stasiun bareng, Jijah dan Yanti yang rela nunggu berjam-jam di stasiun tanpa lelah sms gue dengan suku kata yang hampir sama : "Udah dimana??" Dengan bantuan satpam, akhirnya gue berhasil menemukan dua temen tersabar gue. Kita berjalan beriringan. Gue ikuti...