Posts

Showing posts from 2020

Hanya Teori

Image
Dulu, orang hebat itu adalah orang-orang yang mengeluarkan teori. Teori psikoanalisa oleh Sigmund Freud, teori relativitas dari Einstein dan teori-teori lainnya. Makin kesini, mengutarakan teori dianggap sampah. Padahal membuat teori itu tidak mudah. Bayangkan saja proses berpikir dimana kita bisa sampai kepada kesimpulan lalu berasumsi dan membuat teori. Teori ini nantinya akan divalidasi melalui penelitian dan juga berbagai pembuktian. Belum lagi ketika teori baru itu bertolak belakang dengan teori lama yang banyak pendukungnya. Ah, membayangkannya saja sudah rumit, apalagi membuatnya.  Sekarang, yang penting orang membuat karya nyata. Karya nyata yang biasanya berbentuk benda. Padahal teori dan membuat benda maupun karya sama-sama sulitnya. Sama-sama membutuhkan waktu yang lama. Sama-sama membutuhkan kita untuk berpikir secara mendalam dan menyusun bukti-bukti secara perlahan.  Semakin lama orang akan semakin mudah mengungkapkan pendapatnya. Dimana salah dan benar selalu ad...

Cita-cita

Image
Dulu saat masih kecil sangat mudah menyebutkan cita-cita. Tidak pernah ada beban apa yang diucapkan harus sesuai dengan kenyataan. Menyebutkan cita-cita seperti menyebutkan makanan kesukaan. Mudah, lugas dan seringkali lebih dari satu. Saat kecil rasanya mungkin menjadi apapun. Orang tua cenderung selalu mendukung dan mengamini apa yang diucapkan. Bisa menyebutkan "ingin menjadi dokter" saja sudah membuat orang tua bangga.  Tak pernah ada waktu untuk memikirkan dengan matang apa yang bisa kita sebut sebagai cita-cita. Hidup berjalan begitu saja. Ada yang dipaksa untuk menjadi profesi tertentu, ada yang berjalan mengikuti alur yang membawanya, ada juga yang kebingungan dan hilang arah, entah mau jadi apa kedepannya.  Cita-cita kita seringkali merupakan manifestasi dari cita-cita orang tua, begitupun orang tua kita, banyak dari  mereka yang hidup untuk menghidupkan cita-cita dari kakek nenek kita. Ada yang sukarela mengikuti, ada juga yang memberontak dan melawan demi mengi...

Drama VISA Schengen : Telat Masuk = Telat Datang = Pengajuan VISA BATAL

Image
Tahun 2019, saya kembali dapat kesempatan untuk ikut training di Aalst, Belgia. Disana ada kantor pusat untuk salah satu unit bisnis perusahaan tempat saya bekerja. Agar bisa ikut dalam pelatihan tersebut, saya harus mengurus VISA Schengen di kedutaan Belanda, karena tidak ada kedutaan Belgia di Indonesia. Ada banyak perbedaan dibandingkan dengan pengurusan VISA di tahun 2014. Di tahun 2014, saya harus datang ke kedutaan besar Belanda, sedangkan di tahun 2020, saya cukup datang ke kantor VFS di mal Kuningan City. Beberapa berkas juga berbeda. Kini, saya diminta untuk mempersiapkan terjemahan kartu keluarga dan KTP dalam Bahasa Inggris. Dulu gak ada syarat itu seingat saya. Saya juga diminta untuk menyediakan fotokopi paspor full, seingat saya dulu tidak perlu. Tapi entahlah, sudah 5 tahun berlalu saya jadi kurang ingat juga bagaimana pastinya.  Tahapan pertama,  baiknya kamu mengunjungi lama VFS di link ini . Disana kamu harus mengisi formulir pengajuan visa. Jika sudah, akan ...

Berkembang

Image
Di awal pertama kali bekerja, saya selalu berpikir bahwa berkembang itu hanya tentang skill. Bertambahnya kemampuan, koneksi dan keterampilan dalam melakukan sesuatu. Suatu hari saya dikirim ke luar negeri untuk training. Ketika saya pulang, rasanya cukup terkejut kalau banyak orang beranggapan gaji saya akan naik drastis. Padahal, bertambahnya skill, belum tentu bisa menambah pemasukan (walaupun idealnya demikian). Hidup semakin lama semakin sulit, adik saya bertambah lagi yang kuliah. Jadi penghasilan yang disisihkan untuk keluarga lebih banyak lagi, sedangkan pemasukan masih segitu-gitu saja. Lalu saya bertemu dengan beberapa rekan kerja yang setiap harinya selalu mengeluhkan tentang gaji. Sialnya, saya terkontaminasi. Setiap hari jadi merutuk. Setiap hari serasa semakin membusuk. Hingga suatu saat, saya merasa tidak nyaman dengan diri saya sendiri. What's wrong with me? Rasanya ada yang salah dari apa yang saya pikirkan tentang berkembang dan gaji. Saya rasa saya bukan p...

Siklus Rekrutmen & Seleksi

Image
Sebagai seorang Rekruter, seringkali keluarga saya bingung dengan pekerjaan yang saya lakukan. "Teh, ai kerjaan teteh teh apa?" tanya adik saya. "Ya, banyak," jawab saya singkat. "Iya ngapain aja itu teh?" tanyanya lagi. "Nyeleksi orang yang mau masuk kerja salah satunya," jawab saya berharap tak ada pertanyaan lagi. "Wah, enak dong. Kan yang mau kerja banyak. Tinggal pilih. Udah deh selesai kerjaannya," komentarnya. Matamu enak. Buat kamu-kamu yang tidak pernah terbayang kerjaan Rekruter, mari sini saya ceritakan sedikit. Siklus rekrutmen dimulai jika ada permintaan atau kebutuhan penambahan orang di perusahaan. Bisa saja penambahan orang, bisa juga penggantian. Tidak semua orang yang meminta penambahan pekerja itu benar-benar tahu apa yang mereka inginkan. "Ki, cari yang pinter ya," pinta seorang atasan. "Pinter itu definisinya gimana, bu?" tanya saya. "Yang cerdas gitu. Ada inisiatifnya. Gak di...

Menjadi Tua

Image
Menjadi tua artinya pernah menjadi muda. Pernah bergelora dengan idealisme menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Pernah tanpa takut menggugat keputusan-keputusan yang diputuskan oleh satu pihak, baik diputuskan oleh kampus, orang tua bahkan atasan sendiri. Hingga akhirnya kita menjadi tua. Kita kemudian sadar bahwa hal-hal yang dulu kita lakukan sungguh kekanak-kanakan. Menjadi tua bagi wanita menumbuhkan banyak standar yang tiba-tiba harus dipenuhi mereka satu persatu. Sebagai gadis muda, standar usia pernikahan menjadi tolak ukurnya. Sebagai pengantin baru, standar memiliki anak dianggap lumrah saja. Sebagai ibu muda, standar anak gemuk, sehat, suka makan dan berkembang pesat sudah dianggap wajar. Sebagai wanita bekerja, standar kantor dan terpenuhinya kebutuhan keluarga menjadi standar ganda yang tak bisa dielakkan satu dan lainnya. Belum lagi tuntutan untuk terlihat tetap cantik, bersih dan menarik. Sibuk sekali hidup menjadi wanita. Sedangkan laki-laki jarang sekali ditun...

Spoiler : Reply 1988

Image
Reply 1988  ( Hangul :  응답하라 1988 ;  RR :  Eungdabhara 1988 ) adalah  serial televisi   Korea Selatan  tahun 2015 yang dibintangi oleh  Lee Hyeri ,  Park Bo-gum ,  Ryu Jun-yeol ,  Go Kyung-pyo , dan Lee Dong-hwi. [1] [2]  Drama ini adalah drama yang menghangatkan hati yang berlatar belakang pada tahun 1988, tentang lima keluarga yang hidup di lingkungan yang sama di  Distrik Dobong ,  Seoul  Utara. [3]  Menurut sutradara Shin Won-ho, tema "suami misteri" lainnya termasuk, seperti pendahulu-pendahulunya  Reply 1997  dan  Reply 1994 . [4]   Three Families Under One Roof , yang diputar dari tahun 1986 hingga 1994 di  MBC , menginspirasi drama ini. [5] Itulah kurang lebih kutipan dari Wikipedia tentang serial drama Korea Selatan berjudul Reply 1988. Drama tentang kehidupan 5 keluarga di Ssangmundong, Seoul, Korea Selatan.  Dari 5 keluarga itu, ada 5 orang anak yang menjadi saha...

Review : Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982

Image
Menjadi ibu rumah tangga bukanlah mimpi Kim Ji Yeong, seorang wanita muda kelahiran 1982. Buku yang akhirnya diangkat menjadi film ini kerap kali menuai kritik dari warga Korea Selatan tapi memanen banyak penghargaan di luar negeri. Film ini bercerita tentang sesosok wanita bernama Kim Ji-Yeong dan diskriminasi yang dialaminya dari kecil hingga dewasa. Namun ternyata film dan buku agak berbeda menceritakan kisah Ji Yeong secara mendalam. Di buku, semua konflik yang mendasari kejadian dan cara bersikap Ji Yeong cenderung lebih mendetail dan berkaitan. Sedangkan di dalam film, Kim Ji-Yeong terlihat nelangsa dan sengsara bila mengingat kejadian demi kejadian yang ia alami di masa muda.  Bahkan, film dan buku memiliki akhir cerita berbeda. Jika di dalam film Ji-Yeong berakhir bahagia, tidak dengan di dalam buku. Di dalam buku akhir cerita seperti menyimpulkan cerita itu sendiri, apalagi kalimat terakhir dari Psikolog yang merawat Ji Yeong.  Kim Ji Yeong Lahir Tahun 1982...

Review- Little Women (2019)

Image
"Women, they have minds, and they have souls, as well as just hearts. And theyve got ambition, and theyve got talent, as well as just beauty. Im so sick of people saying that love is just all a woman is fit for. Im so sick of it!" (Jo March) Menjadi wanita selalu tidak mudah, entah itu di jaman dahulu atau jaman serba maju seperti sekarang ini. Wanita selalu identik dengan kecantikan. Ambisi, keterampilan dan kepuasan jiwa seringkali berkonotasi jika disandingkan dengan wanita. Wanita seringkali dirasa 'hanya pantas' untuk hal-hal yang berbau keluarga, anak-anak, suami, dan cinta pada lelaki. Itulah yang dirasakan oleh Jo March, anak kedua dari empat bersaudara yang ada di film ini.  Film ini bercerita tentang kehidupan Meg, Jo, Amy dan Beth yang beranjak dewasa. Mereka dibesarkan oleh orang tua yang sangat peduli kepada sesama dan memiliki ibu yang berpikiran luas. Mereka berempat adalah pribadi yang hangat dan akrab satu sama lain. Meskipun hubungan Jo...

Spoiler - Money Heist

Image
I hate serials. Gue males ketagihan karena merasa ada yang kurang kalau nonton gak sampai selesai. Tapi setiap kali ada kesempatan minta rekomendasi film apa yang perlu gue tonton dari temen-temen, selalu keluar beberapa judul serial. Entah itu serial Korsel, Jepang, Amerika, dll. Kali ini, karena suami gue ada paket Netflix yang bisa dipake barengan, gue coba nonton salah satu serial dari Spanyol: Money Heist. Yes, filmnya tentang pencurian uang di Percetakan Uang Negara Spanyol.  Menariknya, setelah nonton 4 sesi, gue baru tau kalau serial ini adalah serial yang gagal di Spanyol. Rating MH melonjak di episode pertama, menurun dan terus menurun hingga episode terakhir di sesi kedua. Akhirnya, serial ini harus gulung tikar dan berakhir. Berakhir dengan bahagia tentunya :) Tiba-tiba, Netflix datang ke tim MH dan menawarkan film tersebut tampil di Netflix. Film itu muncul di katalog film-film Netflix tanpa promosi. Tidak seperti serial Kingdom 2 yang selalu muncul iklannya...

Bandung-Bali-Lombok via Darat (Part 2)

Image
29 Desember 2019 Sehari sebelumnya, secara impulsif saya, suami dan Nana memutuskan untuk pergi ke Lombok menggunakan pesawat karena mobil terlalu penuh untuk perjalanan panjang Bali-Lombok. Baby Mecca ikut serta dalam mobil, jadi kami pikir akan lebih lowong isi mobil jika kami bertiga bisa berangkat terlebih dahulu. Tiket pesawat Bali-Lombok cukup murah, sekitar 300rb/orang. Katanya, kalau tidak mendadak bisa dapat 400rb PP Bali-Lombok. Kami menggunakan maskapai Wings Air. Ini kali kedua saya menggunakan pesawat ATR. Deg-degan poll.  Sebelum pergi ke bandara, kami memutuskan untuk main dulu ke Pura Luhur Uluwatu. Biaya masuknya 25k/orang untuk turis domestik. Saran saya, untuk main ke tempat wisata ini kalau bisa datang di sore hari atau pagi hari. Disana cukup terik dan membuat pusing saking panasnya. Tapi pemandangan dari atas tebing luar biasa indah sekali. Setiap orang yang masuk ke dalam Pura harus menggunakan kain dan dianjurkan untuk melepas semua barang yang me...

Bandung-Bali-Lombok via Darat (Part 1)

Image
Perjalanan ke Bali dan Lombok via darat ini memang perjalanan yang sangat amat impulsif, tapi memberikan kenangan cukup indah bagi saya dan keluarga. Bayangkan, 9 orang dewasa, 2 anak remaja dan 1 bayi menggunakan 1 mobil APV tahun 2008! Nekat dan terlalu ambisius ya kayaknya.  Saat pergi ke Bali, kami berpencar. 3 orang menggunakan pesawat dan sisanya menggunakan mobil. Anak bayi dan orang tuanya pergi ke Bali menggunakan pesawat. Sedangkan sisanya empet-empet-an di dalam mobil.  26 Desember 2019 Kami berangkat dari Bandung jam 05.00 WIB dengan isi mobil 9 orang dan barang-barang. Duksek pisan kalau bahasa baratnya mah. Tapi karena memang niatnya liburan, ya berangkat masih happy lah ya. Kami menggunakan jalan tol dari Majalengka hingga Surabaya. Kami juga berhenti beberapa kali di beberapa rest area dan beberapa daerah. Mulai dari beli tahu sumedang di Sumedang, berhenti di Semarang, Ngawi, Surabaya, dan Situbondo. Melewati seramnya hutan Banyuwangi dan akhirny...

Terkurung

Image
Sejak Januari awal tahun ini, dunia benar-benar menakutkan. Biang keroknya tak kasat mata, berukuran kecil sekali dan tak bisa dideteksi dengan mudah, cepat dan sederhana. Corona virus diseases 19 alias COVID 19 mulai menyerang dunia dari China di akhir tahun 2019. Dengan sekejap menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, pusat dan awal mula penyebarannya dimulai dari area Jabodetabek. Area dimana jutaan orang mencari nafkah, pekerjaan bahkan jodoh disana. Panik? Tentu. Apalagi sekarang saya dan suami tinggal di Jakarta. Tapi kami awalnya tidak menganggap virus ini terlalu serius. Kami tetap bekerja hingga pertengahan Maret Pak Gubernur DKI Jakarta mengambil keputusan untuk menghimbau semua pekerja bekerja di rumah. Bahkan sekolah-sekolah mulai diliburkan karena pandemik ini. Sekarang, diakhir Maret yang berselang hanya 2 minggu dari hari pertama WFH, virus ini sudah menginfeksi seribu orang di seluruh penjuru Indonesia. Jalanan mulai sepi karena banyak daer...

Here I'm Back!

Image
Wow! It's been 3 years! Hahaha. I know no one will read this except me. But I am sooooooo excited to write again! After so many years of adapting myself into the new world of deep relationship, now here I am. I am ready to reflect my life in my blog posts. 3 years without any single blog post made me kinda lost. I don't feel fulfilled when I wrote any Instagram caption. I feel like I am too serious in that platform. When I post some poetic caption, one of my friend will expect that I am in love. Moreover, I can't show off anything in my life. I don't think that what I have can impress them much. But who cares by the way. Lol. What ever platforms I tried in the past, my feeling somehow is always missing my blog. I think I am going to try posting many silly posts, of course weird things as usual. My obsession into poetic words still remain the same, as well as my unstable emotion. It's a very nice to come back again to blogspot! Hopefully, this platform will...