MENCERDASKAN ANAK BANGSA ITU TIDAK MUDAH
Sore itu, disalah satu hari Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) yang kuikuti, belasan anak duduk disekitarku. Beberapa diantara mereka mengeja satu persatu huruf hijaiyah yang ada di buku tipis bernama Iqra'. Beberapa yang lain sibuk menulis materi. Mata mereka berbinar ingin tahu. Senyum mereka merekah setiap ada bacaan huruf yang salah. Entah karena malu, entah karena apa. Aku termasuk orang yang kaku. Sulit mencairkan suasana dan cair dalam suasana. Tapi tatapan mereka, senyuman mereka, semangat mereka untuk belajar memaksaku cair dalam suasana yang bisa mendukung mereka belajar. Kukira menjadi guru itu mudah. Nyatanya, sangat diluar dugaan. Banyak yang harus kukuasai sampai anak didikku benar-benar paham apa yang kuajarkan. Banyak yang harus kupelajari hingga mereka menggangguk karena mengerti. Banyak yang harus kudalami, salah satunya adalah cara mendengarkan. Kenapa harus mendengarkan? Karena anggukan belum tentu berarti memahami. Karena senyuman belum ten...