Posts

Showing posts from January, 2013

Entah tentang apa

Mata yang berair, hidung yang hampir tersumbat, kepala yang terasa cukup berat diangkat awalnya tak ingin dirasa-rasa. Tapi apa daya, kuakui aku tak sehat sempurna. Kondisi ini mungkin hanya dikarenakan ketidakmampuanku menjaga kesehatanku sendiri. Bukan sakit, hanya menjelang sakit saja. Esok hari aku harus pergi kesana, mengembalikak suatu barang yang diperlukan sang empu.  Aku hanya ingin mengaduh disini. Mengaduh tentang ketidakmampuanku menjadi manusia super. Mengaduh tentang keterbatasanku yang kadang kuciptakan sendiri. Mengaduh tentang banyak hal yang ingin kuadukan. Mengaduhkan apapun. Sebenarnya aku tak tahu apakah kata mengaduh disini pas atau tidak. Entahlah, bila memang salah artinya perbendaharaan kataku memang kurang :D Tiga hari sebelumnya kami diguyur hujan tiada henti. Sungguh, aku tak berlebihan. Hujan terus menguyur kami hari demi hari. membuat kami terbuai dan beranggapan hari masih pagi walau kegiatan demi kegiatan bergantian. Mungkin itu salah satu a...

2013

Dear, ini 2013. Tahun dimana harus lebih banyak lagi prestasi yang terukir. Tahun dimana harus lebih banyak lagi motivasi berprestasi bermunculan. Tahun dimana semangat kontribusi berkembangbiak tanpa hambatan. Tahun dimana tanggung jawab besar perlu diampu. Tahun dimana terlalu banyak hal diatas pundak ini untuk dipangku. Tuhan, mampukah aku? Naif rasanya bertanya seperti itu sekarang. Keputusan sudah dipilih, resiko harus diterima, tanggung jawab harus diemban. Semua itu berjalan seperti apa yang dibayangkan, meskipun memang lebih banyak hal yang ada di luar dugaan.  Aku sadar, kemampuanku jauh dibawah standar seorang pemimpin, tapi itu tak bisa jadi penghalang. Pemimpin macam apa yang tak percaya diri? akan jadi seperti apa tim yang ada di bawahnya? tim cemen? tim kurang PD? tim gak oke? Cih! Jangan ambil keputusan siap menjadi pemimpin bila terus bersikap seperti ini! Hey, aku tak berbicara padamu. Aku berbicara pada diriku sendiri.  Ki, tahun ini tahun pe...

RASA, RINDU DAN KAMU

Tepat jam setengah sepuluh malam mobil kami merapat ke teras rumah. Ya, syukurlah, akhirnya kami sampai di tempat yang bernama rumah. Bangunan kecil berwarna orange tempat dimana aku dan banyak saudara serta orang tuaku tinggal. Ah, tapi bukan itu yang akan kuceritakan disini. Sekarang aku hanya ingin bercerita tentang rasa, rindu dan kamu.  Semua berawal dari lantunan lagu itu. Ya, apalagi kalau bukan lagu dari Utopia berjudulkan hujan. Tiba-tiba scene kehidupan melonjak dan melompat mundur lalu berhenti di adegan yang sesuai dengan beberapa penggal lirik lagu itu. Aku dan kau (meskipun kita bersama seorang yang lain, akan tetapi tetap kuanggap aku dan kau yang terperangkap hujan :D ), kita terdiam beberapa lama. Pertemuan yang singkat, tanpa banyak bicara dan menyenangkan. Aku tak tahu sebenarnya pasal apa yang membuat pertemuan itu begitu menyenangkan. Ada poin plus lainnya, tempat itu kudeklarasikan sebagai tempat kita. Sayangnya deklarasi itu luruh tak lama kemudian. Terl...