Jualan

February 27, 2015 Qeeya Aulia 1 Comments

JUALAN! Yeah, akhirnya saya berani berjualan alias berdagang juga. Sebetulnya dari dulu saya sudah tertarik berjualan namun tidak berani dan kurang percaya diri menjadi penyebab saya tidak melanjutkan aktivitas berjualan tersebut. Benar ya kata Allah, 9 dari 10 pintu rezeki itu ada di perniagaan. Mau sekecil apapun hasil berjualan, terasa lebih gimana ya, ah saya bingung menggambarkannya. 

Awalnya, saya tidak terpikir untuk berjualan, tapi karena salah satu teman dekat saya iseng-iseng jualan, akhirnya saya ikut-ikutan. Dan ikut-ikutan ini pun cukup menyenangkan. 

Ternyata berjualan bukan hanya berbicara tentang untung dan rugi. Tapi juga tentang kesenangan saat konsumen membeli dagangan kita. Padahal yah, untungnya sih gak seberapa. Hanya cukup beli bakso seporsi di tukang bakso pinggir jalan. Tapi entahlah, rasanya senang seperti dapat bunga mawar se-truk dari kekasih pujaan hati *mulailebay

Barulah setelah merasa bahagia itu saya menyadari rasa senang karena berjualan yang dirasa adik saya. Manusia satu itu adalah mesin penghasil uang dimanapun ia berada. Otak bisnisnya lebih lancar daripada otak lainnya (memangnya otak ada berapa sih? Haha). Selama liburan kuliah, kerjaannya hanya mejeng di depan komputer yang terkoneksi dengan internet. Berselancar di dunia maya. Dalam sebulan untung bersih yang ia dapatkan sebanyak 2 juta rupiah. Mungkin sedikit bagi orang yang sering megang uang segitu banyaknya. Tapi buat saya yang sama-sama setiap hari nongkrong di depan komputer dan tidak menghasilkan apa-apa itu luar biasa. Disitu kadang saya merasa sedih.

Malu. Ya, malu menjadi alasan saya tidak ikut-ikutan terjangkit virus berjualan melalui media manapun. Padahal saya gak malu tuh kalau ngutang ke orang lain. Fufufufu. Harusnya kebalik ya! Malu berhutang dan berani berjualan. Hehe. 

Berjualan itu upaya hidup mandiri yang keren kok!

Saat saya mengikuti training di Aalst, salah seorang peserta training saya tanya tentang pekerjaannya dan kesibukannya sebelum bergabung dengan perusahaan kami. 

"Me? I'm self employed," katanya tegas. 

Dan saya suka. Hahay. Sungguh, terpesona saat jawabannya singkat, jelas dan padat. 

Jadi, untuk kalian para wirausahawan muda, SEMANGAT!!! Kita telah membantu orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dan terbantu oleh para pembeli yang telah membeli dagangan kita.

Mau tahu apa yang saya jual? Jual diri. Heheh. Enggak deng, naudzubillahi min dzalik. Saya berjualan tas wanita yang harganya dibawah Rp. 100.000,- Alhamdulillah jualan tas, bisa beli tas gratis. Eh gak beli ya berarti namanya. Haha. Yah begitulah.  


Bandung, 27 Februari 2015

You Might Also Like

1 komentar: