SIMFONI HITAM

June 20, 2011 Qeeya Aulia 1 Comments

Kau tahu kawan, itu salah satu lagu yang aku sukai sejak dulu hingga kini. Lagu yang memang ditujukan untuk mereka yang merasakan Cinta bertepuk sebelah tangan. Amboi, kejam sekali bukan istilah yang kutulis dengan huruf miring itu? Membayangkannya saja sudah perih, apalagi merasakannya. Kau mau coba, kawan? Apa sudah merasakannya? Pengalaman itu sangat pahit, kawan. Jangan pernah kau mau merasakannya *jeritan korban :D



Lagu ini benar-benar dramatis. Aku tak tahu apapun tentang music. Aku hanya pendengar amatir. Tapi aku benar-benar suka lagu ini. Liriknya, musiknya, penyanyinya, judulnya, semuanya. Jadi, ayo kita bahas lirik lagu itu sejenak.

Malam sunyi ku impikanmu
Ku lukiskan kita bersama
Namun slalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu?

Dihatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun slalu aku bertanya
Adalah aku di hatimu?

Telah kunyanyikan alunan-alunan senduku
Telah kubisikkan cerita-cerita gelapku
Telah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu

Bila saja kau disisiku
Kan kuberikan segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di mimpimu?

Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku?
Dengar simfoniku
Simfoni HANYA UNTUKMU



Bait pertama dan kedua menunjukkan ketertatikan X pada Y, tapi ia tak tahu apa yang dirasakan Y. Klise bukan main. Menyukai orang lain tanpa tahu perasaan objek yang disukai. Kebutuhan mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tertentu namun tak jelas apa motif dibaliknya.

Bait-bait selanjutnya menjelaskan makna sesungguhnya. X bukan tak tahu bagaimana perasaan Y. X tahu, Y tak menyukainya. Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu, kalimat ini penyibak maksud tersirat sebelumnya. Cintanya bertepuk sebelah tangan.
Bait terakhir menunjukkan keinginan inti dari X. ingin di dengar, ingin mendapatkan timbal balik yang serupa dengan apa yang telah ia usahakan untuk memperjuangkan cintanya #eaaaaa.

Simfoni itu hitam karena tak merah muda lagi seperti kebanyakan orang merasakannya. Ketimpangan perasaan yang membuatnya hitam. Hitam karena merah muda tlah lama menjadi merah tua kemudian meranggas menjadi hitam, mungkin.

Menurut Bartholomew, cara seseorang merasakan dan mengekspresikan perasaan cinta, tergantung pada bagaimana orang tersebut menilai dirinya sendiri dan orang lain. Orang yang menilai positif baik terhadap dirinya ataupun orang lain, akan cenderung menerima dan bahagia dengan perasaan cintanya. Ia pun sanggup terlibat secara positif ketika berinteraksi dengan pasangannya.

Sebaliknya, orang yang menilai negatif baik terhadap dirinya ataupun orang lain, akan cenderung menghindari orang lain, cemas dengan perasaan cintanya, dan tidak bisa terlibat secara penuh ketika berinteraksi dengan pasanganya.

Bila disandingkan antara lagu ini dengan pendapat Bartholomew, dimana X berada? Orang yang menilai dirinya dan orang lain positif? Atau sebaliknya? Tebak!
Menurutku X termasuk mereka yang memandang dirinya dan orang lain negative. Tapi, apapun jawabanmu semua kembali padamu, kawan.

Simfoni hitam hanya salah satu dari banyak lagu dengan tema cinta yang sendu. Cinta tak selamanya sendu karena simfoni tak selamanya hitam. Jadi, percayalah dunia ini masih indah walau hatimu pernah hancur lebur karena dunia (cinta).


Kamar hijauku, 12 Juni 2011.
Ditengah hamparan kertas dan buku Pedologi.

You Might Also Like

1 komentar: