14 September ke-25

September 14, 2015 Qeeya Aulia 0 Comments

Wuih..ngerasain juga punya umur sampai 25 tahun. Alhamdulillah. Entah ini anugerah atau musibah. Entah keberuntungan atau malah petaka. Tapi lagi-lagi saya bersyukur kepada Allah atas izin-Nya masih bisa curcol di blog ini sampe usia ke-25. 

Jujur, saya tidak pernah terpikir bagaimana diri ini di usia seperempat abad. Lebih baikkah? Lebih ini lebih itu kah? Sudah ini sudah itu kah? Tak terpikirkan. Saya akui perencanaan kehidupan saya rada kacrut dan gak baik. Hidup saya mengalir seperti air, padahal katanya hidup itu harus seperti ikan salmon yang kuat melawan arus demi tetap hidup dan juga dapat berkembang biak. Tapi saya kok yakin hidup saya bukan hanya untuk berkembang biak ya? Jadi ya santai aja kayak di pantai, selow kayak di pulau #PLAK!

Meskipun hidup saya juga tak jauh dari kemampuan perencanaan hidup saya yang notabene sama-sama kacrut, saya bersyukur dapat mengalami banyak hal yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Pernah menjejak ke beragam tempat yang saya saja tidak berani memimpikannya. Minder dengan keterbatasan yang saya miliki. Minder karena ini dan itu. 

Tapi tahun ini juga cukup unik. Mulai dari patah hati dari jatuh hati yang entah kapan, dimarahin bos besar sampe data analyst dari Zurich sana, disuruh belajar ke Aalst, iseng-iseng jalan-jalan ke SG-MY, ikutan kegiatan sosial dan event-event kantor yang saya pikir gak bakal saya alami lagi setelah kuliah, mencapai mimpi buat makan di Atmosphere dan Sierra Cafe & Lounge gegara acara HR se-APAC, bisa beli payung yang artinya resolusi tahun ini sudah tercapai, dapet SP1 karena terlalu sering terlambat dan akhirnya ngekos. Kocak pokoknya. 

Saya juga bersyukur di hari lahir saya yang ke-25 saya ditraktir makan sama ayah dan ibu, walaupun itu sebetulnya semua adik-adik saya juga ikut. Padahal pengennya dapet kue ulang tahun, eh dapet sop buntut plus ini itu. Wareg pisan lah. Haha. 

Semua doa yang saya terima gak jauh-jauh dari pertanyaan pada orang jomblo single di usia 25 pada umumnya. Tapi ada doa yang kocak dari teman saya: 

Ki, semoga yang disemogakan cepat terealisasi dan semoga kamu kuat ditanya kapan nikah.

Sungguh, rasanya ingin ngasih hadiah coki-coki deh. Hahaha. 

Di usia ini saya masih dapat telepon dari Rumah Baca Asma Nadia yang kecewa karena RBA yang saya kelola sekarang vacum dan ini membuat saya kecewa pada diri saya sendiri. Di usia ini juga saya masih belum dapat mengontrol emosi dengan baik, belum mampu berdamai dengan masa lalu, apalagi berdamai dengan diri sendiri. Ah, apa itu sesuai dengan tigkah laku manusia di Fase Dewasa Awal? Rasanya tidak. Berarti saya masih ada di fase Remaja akhir yang tak kunjung berakhir #PLAK!

Ternyata saya sudah cukup lama tinggal di dunia dan ternyata saya belum bisa melakukan hal-hal yang lebih bermakna :'(

Selamat ulang tahun, Kiki. Semoga apa yang disemogakan tidak disemogakan lagi di tahun depan :D

You Might Also Like

0 komentar: