SAHABAT

May 23, 2012 Qeeya Aulia 2 Comments

Sore tadi. Saat matahari masih menyilaukan mata. Saat angin sore membelai lembut wajah-wajah kelelahan dalam angkutan kota. Entah disebut apa. Anugerah kah? keajaibankah? Ini sesuatu yang menakjubkan. Gue pulang sore! hahaha. Kenyataan yang mendekati impian. Kenapa demikian? gue selalu pulang malam. Selesai kuliah tepat saat adzan maghrib berkumandang dan sampai di rumah saat jam tua sembilan kali berdentang. 

Sore itu perjalanan gue lumayan lancar. Puluhan menit tertahan di Bojong Soang karena tumpukan kendaraan yang tak bisa dikatakan seperti apa antriannya. 

Tapi bukan itu yang akan diceritakan disini. 

Perjalanan pulang gue memang cukup panjang. Tapi tak sepanjang dan selama senyuman gue saat angkot yang gue tumpangi berhenti didepan sekumpulan ibu-ibu pengajian berjumlah lebih dari 5 orang. Berikut percakapan tukang angkot dan ketua "gank" ibu-ibu pengajian tersebut :

T (tukang angkot) : "Ayo bu, ini masih kosong" (padahal disitu ada gue dan 5 orang penumpang lain)
I (ibu-ibu pengajian) : "Ah, penuh. Kita ada sepuluh orang."

T : Cukup, bu. 
I : 10 orang cukup gitu? enggak ah. Enggak cukup.

T : Ayo bu, bisa kok. 
I : ......................

Kau tahu? saking sebalnya dan gereget mungkin ya, beberapa penumpang merapatkan posisi duduk agar rombongan ibu-ibu tadi cepat masuk dan angkot ini cepat berjalan.

T : "Ayo bu.."
I : "Enggak ah, enggak cukup."

T : "Yaudah deh bu, 5 orang kesini. 5 orang yang lain ke angkot yang lain."
I : "Yee..enggak ah. Kita kan sahabat!"

Sontak seluruh penumpang plus sopir yang sebal bukan kepayang tertawa nyinyir. Tersenyum tak enak saat mendengar kata "sahabat". 

Sahabat. Hem, sahabat versi ibu-ibu itu mungkin "kebersamaan" hingga naik angkutan kota pun harus bersama. Mereka tak melihat usaha pak sopir yang sudah rela menunggu dan merayu mereka naik ke angkot tercintanya. Mereka tak melihat raut wajah kesal para penumpang yang sudah ada sebelum mereka. 

Ah, sahabat. Apakah selalu butuh "kebersamaan" ? Bagaimana bila tak bersama dan tak ada kebersamaan, apakah persahabatan dan sahabat itu masih ada? 

Ah, sahabat. Sepenuh hati ini tak mengerti kata itu.



You Might Also Like

2 komentar: