Posts

Showing posts from September, 2026

Semalam Sebelumnya : Merasa Direndahkan

Kenapa ya akhir-akhir ini saya seringkali merasa 'diserang'? Entah itu oleh rekan kerja maupun keluarga. Atau memang sebenarnya ada yang berniat menyerang? Pagi itu saya menyiapkan progran penyambutan atau onboarding untuk karyawan baru. Orangnya bukan di Indonesia, jadi saya perlu orang di negara tersebut untuk bantu saya. Tiba-tiba salah satu karyawan di negara tersebut kontak saya. Menanyakan akses email, laptop dll. Sebuah persiapan wajar untuk karyawan baru, bukan? Ndilalah, tiba-tiba bosnya chat dan telepon saya, "Stop ngobrol dan minta si X melakukan sesuatu. Dia harus ngerjain kerjaan yang saya minta. Itu penting." Wow. Saya shock. Bukannya dia harusnya bantu juga untuk proses onboarding orang ini ya? Lalu saya tanya, "Siapa yang bisa bantu selain dia?" Dia jawab, "Kasih aja nama orang yang kamu perlukan untuk anak baru ini. Nanti dia cari sendiri." Lah? Ini saya yang bodoh atau bosnya yang bodo amat sih? Heran.  Saya MARAH. Benar-benar mar...

Sehari Sebelumnya : Mengunyah Seperti Sapi

Kamu tahu kan kalau sapi makan rumput bisa berjam-jam lamanya? Aktivitas sesimpel mengunyah bagi sapi tidak sesimpel itu. Ia mengunyah, menelan, lalu mengunyahnya lagi. Sedikit demi sedikit. Hingga semua makanan yang masuk menjadi lembut.  Caraku memproses rasa malu, rasa kesal dan rasa marah sepertinya mirip dengan cara mengunyahnya sapi. Rasa itu muncul, saya coba hadapi, menghilang sejenak lalu muncul lagi. Sepertinya saya kesulitan untuk menerima dan memaafkan. Terutama menerima dan memaafkan diri sendiri.  Suatu hari ketika kuliah, saya menjawab asal pertanyaan dosen yang ternyata didengar beliau langsung. Dosen saya mengulang dan membantah celetukan saya dengan serius. Membuat banyak orang menertawakan saya. Rasa malu itu bertahan beberapa semester.  Suatu hari lainnya ketika SMP, saya ikut pramuka. Para pembina sedang mengobrol lalu saya ikut menimpali, sok asik sendiri. Orang-orang di sekitar melihat saya risih. Lalu saya terdiam, memendam malu yang mendalam....

Sehari Sebelumnya

​Malam menunjukkan jam 01.04 pagi. Saya tidak bisa tidur walaupun sudah menguap sejak jam tujuh malam. Entah karena alasan apa saya tidak bisa tidur. Yang jelas, tiba-tiba saya terpikir satu proyek yang ingin saya coba yaitu rutin menulis kembali.  Blog ini sudah ada sejak lama, tapi isinya makin renggang karena saya tidak pernah menyempatkan waktu lagi untuk mengisinya. Jadi, dengan tiba-tiba saya memutuskan akan menulis setiap harinya. Tujuannya sederhana, ingin mendokumentasikan hal-hal yang saya alami dari perspektif saya pribadi. Jika rutin, mungkin blog ini bisa jadi kumpulan cerita kehidupan yang pernah terjadi. Selain itu, ini juga bisa jadi kenang-kenangan yang bisa dibaca kembali jika saya sudah menua dan pergi.  Saya sudah punya judul untuk proyek ini. Namanya Sehari Sebelumnya. Sebelum apa? Ya sebelum tulisannya jadi. Hehe. Apakah ini akan seru? Saya juga tidak tahu. Apakah ini akan berlangsung lama? Saya usahakan.