Posts

MASA PENCERAHAN METPEN 3

Sore itu, seperti orang bodoh pada umumnya, aku memilih untuk diam terpaku di depan TU. Menunggu seorang rekan yang tadinya akan mengantarkanku pergi ke sebuah stasiun televisi lokal untuk suatu hal. Singkat cerita, entah ada angin apa, kudatang menemui salah satu dosen terfavorit di angkatanku, sebut saja ia, Bapak Cinta. Itu hanya sebutan, kawan. Aku tak mau dan tak sudi melanggar kode etik :) Tak ada yang istimewa, kuhanya menceritakan apa passion yang kumiliki untuk skripsiku kelak. Aku bercerita tentang betapa rumitnya penelitian ini karena aku hanya diberi perintah "BUAT LATAR BELAKANG!" sedangkan aku tak mengerti sedikitpun bagaimana sebenarnya makhluk yang bernama latar belakang itu :) Ternyata ada banyak tahapan yang harus kulewati sebelum membuat dan berkenalan dengan makhluk bernama latar belakang itu, kawan. Dan berikut beberapa tahapan yang mencerahkan pikiranku yang buntu itu : Pertama, berangkatlah dari masalah. Apa itu masalah? masalah hanyalah s...

RASANYA, HANYA SETIA

Dulu, rasanya setia hanya sebuah embel-embel dampak cinta semata. Dulu, rasanya setia hanya sebuah ungkapan palsu dan dusta. Dulu, rasanya setia hanya ucapan yang rasanya mudah sekali dipercaya. Nyatanya, realita berbeda dengan idealita. Nyatanya, hanya setia satu-satunya kunci dari kebaikan yang ada Nyatanya, berkata "aku akan setia" tak semudah membalik telapak tangan sekejap mata Rasanya hanya setia yang dapat membuat bertahan setelah mengarungi ribuan hari bersama nantinya. Rasanya hanya setia yang dapat membuat cinta kokoh tak terkoyakkan sejengkal saja Rasanya hanya setia yang bisa membuat aku benar-benar percaya bahkan nantinya ia akan menjagaku selamanya. Setia itu berarti fokus,  Fokus berarti satu, Satu berarti Tuhan. Bagiku, setia adalah secuil tanda bahwa masih ada rasa pada ke-Esa-an-Nya. Tak mungkin orang bisa meng-Esa-kan Tuhan bila tak setia Tak mungkin orang bisa fokus pada satu hal bila pada Tuhan saja ia tak fokus. ...

Lembar ke 70

Setelah dihitung-hitung, ini hari ke 70-ku di tahun ini. Seperti selalu, hari-hariku masih terisi kegiatan yang menurutku kurang berguna. Mulai dari pagi hari. Datang ke kampus lebih awal 30 menit. Prestasi :D tapi sayangnya tak membuatku rela untuk membaca beberapa materi kuliah sebelum waktunya karena memang aku tak membawa buku cetak apapun. Mahasiswa yang benar-benar tak lazim :( 30 menit dihabiskan dengan sarapan soto ayam di kantin bersama seorang teman. Jam 10.10 tiba, sang ibu dosen belum datang juga. Waktu menunggu tak kuhabiskan dengan hal yang lebih produktif, tapi hanya mengobrol tentang sedikit hal yang menyangkut perkuliahan dan banyak hal tentang hal-hal yang tak penting. Oh ya, aku mendengarkan musik juga saat itu. Ibu dosen yang kami nantikan datang setengah jam kemudian. Hari ini, mata kuliah yang membahas tentang banyak hal tabu untukku. Psikologi Perilaku Seksual. Bagaimana tak tabu, kata "seks" saja selalu merujuk pada aktivitas seksual yang dil...

LEPAS

Yeah, ini posting pertama di bulan Maret. Hari ini tanggal 10 dan aku belum menulis apapun sebelumnya karena satu dan lain hal :( Oh ya, bulan ini beberapa amanah kulepas dengan berat tanpa bisa menyelesaikannya sampai sempurna. Setidaknya, ada dua amanah besar yang aku sia-siakan hanya untuk menjaga agar tidak terganggu fokus pada target lulus S1 tepat 4 tahun. Yang pertama, amanah yang awalnya sangat sangat sangaaaaaaaaaaaaatttt aku idam-idamkan. Pers Mahasiswa.  Entah, seberapa besar kebodohanku melepas amanat satu itu, tapi janji adalah janji. Janjiku pada diri sendiri sebisa mungkin harus kutepati. Nilaiku dibawah harapan, dan aku harus keluar karena itu janji konyol yang kubuat dengan serius. Yang kedua, pengajar bimbel di suatu panti anak yatim di Bandung. Harusnya, rasa lelah dan ketakutan sampai pekat malam di rumah bisa tergantikan dengan senyuman manis anak-anak yang harus rela kubimbing dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tapi nyatanya, tetap saja terke...

TERKAIT

Image
Beberapa hari yang lalu, aku menulis tentang bulan ini. Bulan yang ter-ter-ter entah ter apa. Dan lucunya, semua itu rasanya bukan kebetulan semata. Bulan ini aku kehilangan sahabatku. Sahabat jauh yang baru kuakui sebagai sahabat karena ia yang mulai mengakuinya di akhir hidupnya. Haha, lucu ya? sangat lucu sekali. Sampai aku tak bisa berhenti tersenyum sambil menangis.  Baru kali ini rasanya jerih melihat profil social network seseorang yang telah tiada. Tolong jangan tanya kenapa, karena aku tak tahu dengan pasti apa sebabnya. Hem..berkali-kali kucoba tahan sesak di tenggorokan karena ingin menangis dan berteriak. tapi lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum sambil menangis. Senyum yang jerih. Senyum yang akan jadi alat untuk mengikhlaskan semua ini sebelum diikhlaskan. Ah, aku tak suka kata sabar dan kini bertambah menjadi tak suka kata tabah. Mungkin kata ikhlas lebih baik, meskipun sama-sama abstrak. Sama-sama absurd. Sama-sama tak ingin kuucapkan untuk orang lain....

Damai kau bersama-Nya

Image
Hey, kau yang seharusnya hari ini berjamaah di masjid terdekt disana. Bagaimana kabarmu? Tuhan pasti sedang senang ya, hamba baik nan sabarnya datang kesana menemui Nya. Titipkan rasa terimakasihku untuk Nya, ya far? Terimakasih banyak telah mengirimkan sosok baik sepertimu ke duniaku. Padahal caranya sangat-sangat aneh. Sangat singkat. Sangat tak terprediksi. Tapi meninggalkan kenangan yang membuatku hampir selalu menangis karenanya. Hey, far. Kau bilang cowok bule itu bau ya? hem, aku pilih bule yang rajin mandi kalau begitu :D Entah kenapa, aku jadi semakin ingin ke negeri kangguru yang ada makhluk bernama koala sepertimu :D Haha, obsesiku dan melati itu mungkin terlalu bodoh. Tapi aku heran, kau yakin sekali dan selalu mengatakan "Jadi pemimpi itu harus berani!" Jujur, dulu aku pernah berpikir, rasanya kau saja yg harus pergi dari kehidupan melati dan nadien, supaya tak ada yang tersakiti. Tapi itu dulu, far. Sungguh. Demi apapun. Aku tak pernah ingin kau p...

SAYA, GUE, AKU, ANE..

Beberapa temanku terheran-heran dengan banyaknya penggunaan kata ganti orang pertama di blog ini. Terkadang aku, saya, gue sampai ane (tapi perasaan aku tak pernah meng-ane-kan diri). Tak konsisten. Tak indah. dan tak tak lain yang menurut mereka tak cocok atau apalah komentarnya. Aku juga bingung mengapa itu terjadi. Hehe Sungguh, aku hanya mengikuti bagaimana jariku memilih tuts keyboard. Ya, pastinya dengan koordinasi dari otak. Ketika kurasa tulisan ini harus memakai kata "aku" maka kupakai "aku" sejak awal. begitupun dengan saya, gue, dan ane. Tapi bila itu membuatmu enggan untuk membacanya dan membuat blog ini semakin rancu saja, yasudahlah..tak usah lihat dan kunjungi lagi. Toh aku akan tetap mengisinya jika kumau. Toh ini tetap blogku walau kau mengomel tentang penggunaan kata yang salah atau menurutmu tak tepat. Toh aku juga menerima masukanmu bila kupikir itu cocok denganku. Toh jika kau ingin orang lain menulis seperti apa maumu, kenapa kau ...