Posts

CV yang Baik?

"Ki, CV yang bagus gimana sih? Harus bagus desainnya atau isinya sih?" Menarik. Pertanyaan ini sungguh menarik. Jawabannya seperti selalu jawaban dari ilmu sosial yang tak pernah pasti, tergantung. Tergantung dari kapan HR Recruitment/Selection/ whatever their job tittle itu membaca CV, mencari CV dan apa yang ingin ia dapatkan dari CV yang diterimanya.  Saya coba gambarkan apa yang ingin saya sampaikan dengan sebuah cerita.  Di sebuah jobfair, sebuah booth dipenuhi oleh puluhan orang yang bergelar 'jobseeker' yang memberikan selembar rangkuman tentang hidup mereka dengan penuh harap. Beberapa dari mereka membawa CV dan berkas lamaran lainnya di dalam segepok amplop coklat yang mereka pegang erat-erat. Beberapa yang lain berdandan habis-habisan karena yakin kesempatan walk in interview itu selalu ada. Beberapa sisanya berusaha memodifikasi CV dengan beragam warna dan foto bergaya. Recruiter di booth itu hanya sendiri. Ia kewalahan karena tuntutan kerja...

Jualan

JUALAN! Yeah, akhirnya saya berani berjualan alias berdagang juga. Sebetulnya dari dulu saya sudah tertarik berjualan namun tidak berani dan kurang percaya diri menjadi penyebab saya tidak melanjutkan aktivitas berjualan tersebut. Benar ya kata Allah, 9 dari 10 pintu rezeki itu ada di perniagaan. Mau sekecil apapun hasil berjualan, terasa lebih gimana ya, ah saya bingung menggambarkannya.  Awalnya, saya tidak terpikir untuk berjualan, tapi karena salah satu teman dekat saya iseng-iseng jualan, akhirnya saya ikut-ikutan. Dan ikut-ikutan ini pun cukup menyenangkan.  Ternyata berjualan bukan hanya berbicara tentang untung dan rugi. Tapi juga tentang kesenangan saat konsumen membeli dagangan kita. Padahal yah, untungnya sih gak seberapa. Hanya cukup beli bakso seporsi di tukang bakso pinggir jalan. Tapi entahlah, rasanya senang seperti dapat bunga mawar se-truk dari kekasih pujaan hati *mulailebay Barulah setelah merasa bahagia itu saya menyadari rasa senang karena b...

Dengan Kekuatan LinkedIn

Ada yang belum tahu apa itu LinkedIn? LinkedIn itu sosial media untuk professional. Maksudnya, sosial media ini ada untuk urusan yang berkaitan dengan pekerjaan. Isinya hampir sama dengan Facebook. Ada profile , ada message dan ada notification . Bedanya, profil kita disini lengkap dengan pekerjaan (kalau mau melengkapinya dengan jobdesc sih lebih bagus) , honor & awards, social activities , dll. Fasilitas pesan hampir mirip seperti FB dan e-mail tentunya tanpa fasilitas chatting. Notification-nya juga persis FB dan Path pada awal kemunculannya. Semua orang yang membuka profil kita akan diberitahu oleh sistem. Jadi, gak bisa diam-diam kepo, Kakaaaak.  Saya biasa menggunakan ini untuk mencari calon karyawan yang mau isi posisi kosong di perusahaan. Heran ya? Kok kita yang menawarkan pekerjaan? Karena gak semua posisi dengan kemampuan spesifik atau spesial bisa terjaring dengan mudah dari iklan lowongan pekerjaan. Oleh karena itu, saya sangat senang sekali dengan orang-ora...

Bertemu Sosok yang Tepat

Ini bukan tentang jodoh. Sungguh. Ini secuil cerita tentang pekerjaanku sebagai HR Recruitment & Development. Bertemu sosok yang tepat untuk posisi yang tepat di waktu yang tepat itu butuh proses yang tidak pendek. Menurut saya, recruiter itu sales perusahaan. Sales yang mengejar ketercapaian target pemenuhan posisi kosong dan mendapatkan kandidat yang berkualitas. Ini sungguh menantang. Bayangkan, kami harus bertemu orang-orang yang memang sedang tebar pesona dan menjanjikan diri mereka adalah orang yang sangat bisa melakukan pekerjaan tersulit sekalipun. Di sisi lain, kami harus benar memilih orang yang benar-benar kami butuhkan. Gini deh simplenya. Ada botol yang belum punya tutup botolnya. Nah, tugas recruiter itu mencari si tutup botol yang cocok untuk botol tersebut. Gak bisa kegedean atau kekecilan. Harus pas. Mau sebagus dan sementereng apapun tutup botolnya, kalau gak pas yang gak bisa dipakai. Nyari yang pas ini yang kadang bikin hopeless. Gak semua orang yang bagus itu...

One Hundred Foot Journey

Image
Ini film India juga. Saya curiga sebentar lagi saya akan menyukai film-film India. Durasi film ini sama panjangnya dengan film-film India pada umumnya. 150-an menit. Sebetulnya ini bukan film India, hanya saja menceritakan tentang keluarga India. Film garapan Lasse Hallstom ini memang oke punya. Ceritanya, ada sebuah keluarga dengan 6 anak yang hampir seluruhnya suka dan bisa masak. Film ini diawali dengan suasana pasar tradisional di India. Semua ibu-ibu mendekati tukan ikan dan berebut untuk membeli bulu babi. Entah bagaimana rasanya, saya juga jadi ingin mencoba masakan bulu babi ini. Hehe. Pertarungan pembelian bulu babi itu dimenangkan oleh Hassan, seorang anak laki-laki yang menurut penjual ikan 'mengetahui rasa'. Naas, keluarga Hassan harus pergi dari India karena mereka diserang dan rumah mereka dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Ibu Hassan meninggal dalam kebakaran itu. Film ini menggambarkan perjalanan keluarga imigran India ke Eropa. Mengg...

PK

Image
Film India ini sama seperti film India pada umunya. Panjaaaaangg durasinya, 150 menit, Bo! Saya sempat bosan dan menanti kapan film ini berakhir, walaupun memang tidak dapat dipungkiri film PK, seperti film Amir Khan lainnya, menginspirasi dan saya rekomendasikan untuk ditonton.  Alkisah ada seorang makhluk dari planet antah berantah yang berprofesi sebagai astronot di tempat asalnya. Ia turun ke bumi karena misinya untuk meneliti planet yang kabarnya mirip dengan planetnya, layak huni. Planet itu adalah bumi. Ia terdampar di bumi dan tidak bisa kembali karena remote kontrol pesawat terbangnya dicuri di padang pasir India, maafkan saya tidak tahu apa namanya.  Alur ceritanya unik dan lengkap dengan nyanyi-nyanyi dari tarian khas film india lainnya. Film ini tentang pencarian pertanyaan-pertanyaan yang pada awalnya didasarkan pada pertanyaan PK, "bagaimana ia bisa menemukan remote controlnya dan pulang ke planet asalnya?".  Pertanyaan sederhana itu kemudian m...

Aalst, Belgium #9

Halo 2015! Semoga tahun ini semua yang super bisa terjadi.  Lanjut cerita saat saya melipir ke Aalst, Belgia.  Malam itu memang akan ada christmas market ya kalau di Indonesia mah seperti bazar lebaran gitu deh. Setiap kota di Eropa memang biasanya menggelar CM. Kebetulan sekali, kota Aalst menggelar CM sehari sebelum aku harus pulang ke Bandung. So, ini waktunya menyadari bahwa kota ini memiliki penduduk yang banyak! hahahaha.  Saya meutuskan keluar bersama partner saya itu sekitar jam setengah 5 sore. Biasanya, yang kami lihat di jam-jam itu adalah jalanan yang lenggang walau ada satu dua orang yang berjalan kaki dengan cepat disana. Tapi sekarang banyak orang yang jalan kakiiii! Senangnya bisa lihat manusia di Aalst.  Trotoar disana dihiasi dengan semprotan pilox silver bergambar malaikat kecil sedang memegang keranjang berisi tanda love dan bintang. Lucu deh. Selain itu tiang-tiang lampu yang bertebaran di jalanan kota dibuat seakan tongkat loli...