Posts

MAAFKAN SAYA

Memori saya berhenti di suatu waktu, dimana saya menyesali tindakan bodoh yang pernah saya lakukan. Sore itu kami dalam perjalanan pulang dari rangakaian kegiatan sosial yang kami selenggarakan di daerah Parang Gombong, Purwakarta. Aku terkantuk-kantuk duduk di bangku belakang sopir. Bak sedang melakukan off road, mobil angkutan umum ini terguncang membuat hasrat tidurku hilang.  "Ki, foto-fotonya bagus loh. Good job! " kata ketua LSM yang aku ikuti.  "Oh ya? kata siapa?" kataku tak yakin. Setahuku, hasil-hasil foto itu kurang memuaskan. Sebagai koordinator divisi dokumentasi di acara itu aku merasa tidak puas dengan kinerjaku maupun kinerja tim kami. Maklum, aku masih amatir memegang kamera canggih. Mungkin semaca culture shock , dari yang biasanya memegang kamera saku, kemarin harus memegang kamera yang tak bisa dipegang dengan satu tangan. Haha, katrok. Begitulah.  "Kata Yudi (bukan nama sebenarnya :P)," jawab ketuaku itu.  "Yudi? ...

Tentang Ijah

Image
Baiklah, aku terlalu kagum dengan temanku satu ini. Namanya Azizah, lengkapnya Nuraini Azizah. Biasanya aku memanggil perempuan energik ini dengan sebutah Ijah. Entah apa yang ada di dalam otaknya. Manusia satu ini selalu optimis. Selalu yakin apa yang ia inginkan dan impikan pasti dapat ia capai. Apapun itu. Pernah suatu ketika aku, Ijah dan beberapa teman berkunjung ke salah satu mall elite di Jakarta. Disana ada kios (eh kedai eh apalah itu namanya) donat dengan label yang tak kukenal namanya. Ijah kekeuh  untuk membeli donat itu. Padahal bentuknya lebih kecil daripada donat label lain yang lebih murah harganya. Penasaran, kulontarkan pertanyaan, "Kenapa kekeuh  mau beli itu sih, Jah?" Kau tahu apa jawabannya?  "Ini hanya ada di Jakarta dan Bali".  Just it. Jawaban pertanyaan yang aku rasa tidak masuk akal. Hanya karena ada di dua tempat di Indonesia dan ia harus membelinya? Logic, please!  Itu bukan kali pertama Ijah melakukan hal-hal yan...

TAK MENENTU

Hati ini kembali tak menentu. Tak menentu oleh dosa yang kulakukan sepenuh sadar pada banyak orang yang hadir di acara berharga itu. Harusnya, semua kesenangan dan kebahagiaan menjadi akhir dari perjalanan ribuan mil yang kulakukan sejak dua tahun kebelakang. Idealnya, hari itu penuh dengan suka cita yang tak bisa tergantikan. Sayangnya, semua itu hancur karena ulah egoisku. Manusia yang harusnya paling berbahagia saat itu. Aku benci. Aku benci diriku sendiri. Aku tak bisa mempertanggungjawabkan pengahrgaan nilai terbaik yang kudapatkan. Aku menghancurkannya dengan sikap bodoh yang tak akan dilakukan oleh orang dewasa berusia 23 tahun. Aku benci. Aku benci diriku sendiri. Perasaanku semakin tak menentu. Ironis, aku tak merasa sedih sedikitpun. SEDIKITPUN. Mereka semua kecewa padaku. Padaku yang seharusnya membuat mereka bangga dengan prestasi akademik dan non akademik yang kuraih. Padaku yang harusnya menjadi penengah dalam kelabu. Padaku yang membuat hari itu diakhiri de...

Jika Istrimu Sarjana Psikologi

Judulnya pasti menarik bagi para mahasiswi psikologi. Ini tidak kudapat dari hasil kontemplasi panjang, aku hanya mengikuti  project CeritaJika Mas Kurniawan . Karena tidak ingin menunggu lama proses penerimaan, seleksi dan publikasi lewat blog beliau, akhirnya kuputuskan untuk menulisnya di blogku sendiri. Isinya tidak bisa digeneralisasikan. Kebanyakan isinya adalah curhat colongan. Jadi, daripada berpanjang-panjang menyusun prolog, langsung saja, begini ceritanya..... Apa yang terlintas dikepalamu saat kau mendengar bahwa aku pernah belajar ilmu psikologi, sayang? Bisa membaca pikiran? Sayang sekali kau harus kecewa. Tidak, aku tidak bisa membaca pikiranmu. Apa yang ada diotakku sendiri saja sulit kumengerti, apalagi apa yang ada dipikiranmu. Aku tak bisa mengerti dengan jelas bila kau tidak mengatakannya dengan jelas. Aku hanya bisa membaca isyarat dari gerak tubuh, mimik muka dan intonasi suara. Tapi hal itu masih penuh dengan prasangka dan asumsi yang tak nyata. Bila kau ...

GREAT WOMEN ONLY CRY FOR GREAT REASON

Image
Tri Rismaharini, great Indonesian women ever. Mayor of Surabaya, 2nd biggest city in Indonesia. Her efforts to changes Surabaya to be a great city was realized step by step. On her authority, Surabaya has received many awards, such as Kota Layak Anak (children friendly city), Kota Layak Perempuan (women friendly city) and many more. It takes only 3 years. Great women leader ever in this beautiful country. To be a mayor is not a prestige for Risma. She has convinced that her position is God's mandate. She concern his decision to improve life degree of the orphan, poor and less fortunate. I guess she never care about her own health. She gives all of her knowledge, effort, and times for her lovely country and the populace in it.  "I have said to my family, if I die because of my decision to close prostitution localization in Surabaya, please sincere it and never ever prosecute any one."  That the most touching words that i heard from the leader in this world! ...

ANGER

Image
Anger. Who never get angry in this world? none. Anger is one of many emotions' of human. When we are getting angry, i imagine that we were Naruto who has a Kyubi (monster) in his body. Yup! MONSTER! Anger makes us stronger, brutal and encouraging us to hurt others. Sometimes we can controlling it, but sometimes we can't. Kyubi is activated when Naruto feels very angry. Kyubi has many stocks of cakra (strength). No one can knock out Naruto when Kyubi were activated. Kyubi is the one reason of Madara Uchiha want to kidnap Naruto. He wants to take the kyubi and collect it with another monster to makes a great arms ever in this world. Kyubi has locked by a mantra on Naruto's stomach, it's aimed to keep Naruto safely. But the mantra can be unlocked if Naruto's angry level too high. When Kyubi is activated, Naruto became a monster with seven tails and great power off course. Have you ever see your face when you are angry? Are you like a monster with seven tails or a hu...

Perjalanan Skripsi

Image
Jemariku masih menari diatas tuts keyboard komputer portabel yang sejak pagi tadi menyala. Malam ini kunikmati ringannya 120 halaman yang tersusun dari ribuan huruf yang kususun lebih dari 5 bulan yang lalu. Bahkan, untuk mencapai tahap ini aku mempersiapkannya lebih dari satu tahun yang lalu. Saat itu salah satu sana saudaraku datang bertamu ke rumah. Mau berlibur, katanya. Hanya om-ku dan dua anaknya. Sore itu aku diinterograsi habis-habisan. Pertanyaan yang sama, "Sampai mana skripsinya?" Saat itu aku masih belum bosan ditanya hal yang sama. Nasib tugas akhir yang menjadi syarat mendapatkan gelar sarjana psikologi. Jadi kujawab saja dengan santai, " Stuck , om. Hehe." Pertanyaan itu awal mula bagaimana 120 halaman yang beberapa jam lalu baru kuselesaikan. Pertanyaan itu menyenangkan bagiku, karena setelah bertanya hal itu orang yang bertanya memberikan solusi untukku. Bukan hanya sekedar berkata, "semangat!" dan sejenisnya. Bukan pertan...