BERAS DAN BABI

July 22, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments


Beras kini sudah "menusantara". Orang-orang dimanapun ia berada di negeri ini hampir tak ada yang tak mengkonsumsi beras kecuali beberapa orang dengan beberapa alasan seperti keterbatasan keuangan dan ikatan hukum adat. Ternyata hal ini bukan suatu kebetulan dan keseragaman pangan yang dianut oleh masyarakat nusantara. Ada suatu pembiasan yang sukses menyingkirkan kebiasaan mengkonsumsi makanan lokal. Berikut beberapa fakta tentang beras : 

  • Sebelum 1960-an, pengonsumsi beras di Indonesia hanya 40%.
  • Masyarakat Papua dan Maluku saat itu masih memanfaatkan komoditas lokal, sagu. Masyarakat Jawa juga masih banyak yang mengonsumsi singkong dan komoditas lokal lainnya.
  • Ketergantungan terhadap beras berawal saat kebijakan pemerintah dahulu untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dengan memperbaiki kualitas hidup. Caranya dengan mengganti pola makan. Pemerintah melalui program Bimas, meminta masyarakat mengonsumsi beras. Hal tersebut membuat seolah-olah kalau tidak makan beras dianggap bukan makanan elite. Makan singkong dianggap miskin.
  • TNI dan PNS di Indonesia tak peduli dari mana pun daerah mereka, mendapat jatah beras setiap bulan. Beras pun menjadi makanan mereka dan menggeser budaya makanan lokal







Tak sengaja teringat dengan beberapa fakta mengerikan tentang bagaimana babi-babi bisa bergelantungan dengan bebasnya di Cordoba, Spanyol. Saat Cordoba jatuh dan terlepas dari genggaman kekuasaan kerajaan Islam, seluruh warga muslim dipaksa berpindah agama. Semua warga diwajibkan menggantungkan babi di depan rumah mereka bahkan memakan babi sebagai tanda kecintaan mereka terhadap penguasa. Akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka, tubuh babi yang bergelantungan dengan "indahnya" menjadi pemandangan yang sangat biasa. Kini, jangan heran bila kau menemukan banyak babi bergelantungan sekitar Mezquita di Cordoba, tempat yang menjadi pusat peradaban dan pengetahuan saat Islam masih memeluknya. 


Fakta tentang beras yang ditulis seseorang itu seakan sejalur dengan fakta tentang babi di Cordoba. Sama-sama dibiasakan. 

Sebenarnya tak ada hal khusus yang ingin kusampaikan dengan rinci disini. Aku hanya ingin membagikan satu jawaban dari satu pertanyaan. Ingin berubah ke arah lebih baik atau sebaliknya? Biasakan dirimu!

You Might Also Like

0 komentar: