PRINTERKU SAYANG PRINTERKU MALANG

July 24, 2012 Qeeya Aulia 0 Comments

Ini printer yang keempat selama aku kuliah di Bandung. Kota yang katanya penuh dengan berbagai pesona. Rasanya, usia printerku itu tak lebih dari 5 bulan. Eh, atau lebih ya? entahlah. Yang kutahu hanya memakai dan memakainya. Tak urus lah semua perawatan utilitasnya. Printer itu satu tingkat di atas printerku yang kedua dan 3 tingkat dibawah printerku yang ketiga. Tapi pasti jauh lebih oke daripada printerku yang pertama. Tak pentinglah membahas tingkatan printer. Hanya terbesit lalu ingin menulisnya saja.

Entah apa pasal, ia tak bisa bekerja seperti biasanya. Bilapun bisa, bak penari tua yang kelelahan menggerakkan pinggulnya. Lama. Mencetak satu lembar dokumen saja seperti mencetak 5 dokumen saat kondisinya masih fit dulu. Bayangkan berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk mencetak 121 halaman rencana pembelajaran pelajaran yang ditugaskan oleh ibuku saat itu.

Kesal.

Kubuku tutup badan printerku itu. Tak ada yang salah rasanya bila dilihat dengan mata orang awam ini. Tapi kenapa kerjanya begitu melambat? seperti cara kerjaku saja :(

Kurapikan susunan tumpukan kertas yang mengantri untuk diisi barisan huruf bertinta hitam. Sayang, bukannya menjadi cepat, malah "paper not loaded correctly". Baiklah, kubenarkan tumpukan kertas itu dan printerku kembali menggoyangkan cartdigenya. 

Aih, berapa jam lagi kuharus menunggu?

Dengan penuh "sok tahu" kuteliti bagian dalam printer. Wah, penuh debu. Kuambil kuas kecil pemberih debu perangkat komputer. bersihkan disana sini. Tapi tetap saja kinerjanya tak membaik. Alamak, kenapa pula ini?

Kesal.

Kugosok kembali roller kecil yang ada dialur mondar mandirnya cartridge. Naas, cartridge yang bergerak perlahan kini berhenti bekerja. Seperti terusik oleh tangan sok tahuku. 


Menyerah, akhirnya kumatikan printer itu. Kuputuskan mencari penyebab lama kinerja printerku di internet. Jawaban demi jawaban kudapatkan. Intinya, ia harus dirawat oleh teknisi yang berpengalaman. 

Ah, printerku. Andai kau bisa bicara, apakah kau akan mengeluh apa yang membuatmu lemah dan tak berdaya padaku? Seperti mengeluhnya aku bila merasa lemah dan tak berdaya. 

Printerku sayang, printerku malang. Apakah ini dampak dari ketidakmampuanku merawatmu? kau sakit, lemah dan tak dapat membantuku menyelesaikan banyak tugas. Apakah ini juga yang akan terjadi pada diriku bila aku lalai merawat diri dan hatiku sendiri? Apakah mereka akan sakit, lemah dan tak berdaya?

Printer dan hati memang tak ada persamaannya. Tapi mengapa kalian begitu serupa dimataku?

Mungkin karena kalian sama-sama sakit dan lemah? ataukah kalian sama-sama tak dapat kurawat dengan baik?

Hai waktu, kau tahu dengan pasti apa yang akan kuminta padamu. Bisakah kau melawan takdirmu untuk mundur beberapa saat hingga aku bisa memperbaiki segalanya? Ah, aku tahu kau pasti menolaknya. Baiklah, biarkan aku menerima semua penyesalan ini. Karena bukan kesalahan penyesalan bila ia muncul diakhir cerita. 

You Might Also Like

0 komentar: