PASPOR SI KIKI : BERTATAP MUKA DENGAN PATUNG MEDUSA

January 24, 2016 Qeeya Aulia 0 Comments

Tujuan tur selanjutanya adalah Basillica Cistern, yaitu tempat penampungan air di masa Romawi yang bisa menampung sampai dengan 100.000 m3 air TANPA BOCOR! Jaman sekarang mah gentong juga pada bocor! Kabarnya, dulu untuk mengunjungi tempat ini para turis harus menggunakan perahu. Tapi sekarang sudah dibangun jembatan yang bisa mempermudah akses kunjungan para wisatawan dan juga lebih aman untuk selfie-selfie. Di dalam penampungan air ini banyak sekali ikan dalam ukuran jumbo loh!

Basillica Cistern sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan terhadap air masyarakat sekitar Konstatinopel. Selain itu, tempat ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan supply air Hagia Sophia dan sekitarnya. Pembangunan tempat ini dilakukan (kalau tidak salah) bersamaan dengan pembangunan Hagia Sophia. Air yang terdapat di penampungan air ini berasal dari sungai sebelah utara. Entah teknologi macam apa yang dibuat mereka tapi penampungan ini selalu memiliki supply air yang cukup, tidak kurang dan tidak lebih. Sejak Kesultanan Utsmaniyyah, tempat ini ditutup karena air di tempat ini dikhawatirkan tidak memenuhi syarat air bersih untuk bersuci umat Islam. Tempat ini ditemukan kembali secara tidak sengaja. Ada yang bilang seorang warga Istanbul yang terheran-heran karena ia bisa mendapatkan ikan besar dari bawah rumahnya. Ada juga yang bilang kalau penampungan tersebut ditemukan oleh sejarawan Perancis yang terheran-heran karena melihat warga Istanbul mengambil air dari bawah rumah mereka. Entahlah~

Suasana lembab dan agung sangat terasa saat kami baru memasuki tempat ini. Saya merasa berada di dalam aula besar yang gelap dan megah. Tiang-tiang di tempat ini bergaya Yunani yang memperlihatkan pengaruh Yunani di masa itu. Ada cerita bahwa tempat ini adalah hasil renovasi Kaisar Constantine karena 2 abad sebelumnya penampungan air yang ada rusak karena kebakaran. Tapi saya tidak tahu detail ceritanya.

Ornamen tiang-tiang yang ada di dalam Basillica Cistern sangat khas. Rata-rata ornamennya berbentuk seperti mata dan aliran air dalam waktu yang bersamaan. Saya pernah baca bahwa itu adalah simbol yang digunakan untuk mencegah datangnya kejahatan alias tolak bala oleh orang-orang romawi kuno. Simbol ini juga mudah ditemukan di berbagai oleh-oleh pernak-pernik di Grand Bazaar, Spice Bazaar maupun pedagang emperan jalan.

Kami berjalan di atas jembatan dan mulai menelusuri Basillica Cistern. Saya menebak-nebak dimana kepala Sang Medusa berada. Ternyata di ujung jembatan, ada dua patung medusa yang diletakkan terbalik. Ada mitos yang mengatakan bahwa patung tersebut sengaja diletakkan seperti itu agar tidak ada makhluk hidup yang menjadi batu karenanya. Tapi ada penjelasan yang lebih masuk akal, tiang itu sengaja dibalik karena lebih pas menompang penampungan air tersebut, kalau diletakkan terbalik malah akan membuat penampungan air miring. Sekali lagi, entahlah~

Tiket masuk tempat ini adalah 10 tl, sekitar 50.000 rupiah. Lagi-lagi saya mah dapat gratisan karena ikut tur jadi gak bayar lagi.

Menurut saya, tempat ini adalah tempat yang harus masuk daftar kunjungan ketika mampir ke Istanbul. Saya masih gak habis pikir sih, di abad ke 6-12 kok otaknya udah pada encer-encer gitu ya? Makin kesini manusia itu tambah pinter atau tambah bego sih?


Bandung, 24 Januari 2016

You Might Also Like

0 komentar: