Posts

(BUKAN) TIPS MENGHADAPI WAWANCARA KERJA

Image
Gara-gara  tulisan sebelumnya , salah satu teman meminta saya menceritakan tentang hal-hal yang menyebalkan saat wawancara. Dengan kata lain, saya diminta untuk menyampaikan apa sih sebenarnya yang harus dihindari pelamar saat wawancara kerja. Saya berusaha mengingat-ingat pengalaman mewawancara yang saya lakukan selama hampir 2 tahun ini. Sayangnya saya banyak gak ingatnya. Hahaha. Tubuh dan jiwa saya memang muda, tapi ingatan saya haduh mak, begitulah, tak usah dijelaskan.  Bagi saya, mewawancarai kandidat itu kegiatan yang menarik. Kenapa menarik? karena dalam hitungan jam, bahkan menit kita bisa tahu banyak tentang seseorang yang sebelumnya belum pernah kita kenal. Seru kan? Mendengar cerita orang lain yang mungkin saja tidak pernah kita dengar sebelumnya. Tak jarang, wawancara menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa orang karena takut salah dan takut-takut lainnya. Sebenarnya, tak perlu takut untuk mengikuti wawancara kerja. Bertindak sewajarnya dan tampil...

BUAT KAMU SARJANA PSIKOLOGI

Image
Belajar Psikologi itu gemes-gemes asik. Gemes saat ditanya cowok iseng, "kamu bisa ngebaca saya ya?" dan asik saat jawab pertanyaan tersebut dengan, "iya. Pikiran kamu kotor banget. Shame on you." Lalu drama dimulai. Hahaha.  Lebih seru lagi setelah lulus dan dianugerahi gelar S.Psi alias sarjana Psikologi. Banyak orang yang melihat kami sebagai cenayang yang bisa menebak kepribadian dengan satu lirikan. Saya tidak mengada-ada, ini benar adanya. Suatu hari saya pernah mendapatkan respon, "kamu nanya-nanya saya sedang analisa psikologi ya?"Rasanya mau bilang, "da aku mah apa atuh...." Asumsi bahwa lulusan psikologi itu bisa 'segalanya' sering juga ditemukan di dunia kerja. Berikut sedikit kicauan antara harapan dan realita terhadap lulusan S1 Psikologi di dunia kerja.  Tes Psikologi Sering kali saya temukan banyak persyaratan "mampu melakukan tes psikologi" di banyak iklan lowongan kerja yang mensyaratkan Sarj...

PASPOR SI KIKI : INI DOUALA!

Image
Perjalanan kami dimulai pada sekitar jam 7 malam. Di jam segitu dengan suhu udara mendekati minus itu membuat saya sedikit tersiksa. Kami diangkut menggunakan bus untuk sampai segera ke tangga pesawat. Rombongan kami hanya satu bus saja. Besar pesawatnya juga seperti pesawat antar negara Asia yang terkenal dengan promo serta tiket murahnya. Tiga bangku berderet di kanan dan tiga bangku berderet di kiri. Bedanya, ruang untuk kaki lebih besar di pesawat mungil Turkish ini. Saya duduk di dekat jendela. Sial, pasti bau duduk disini. Saya memakan bulat-bulat anggapan bahwa penduduk Afrika itu bau. Rasis memang. Saya mengaku salah. Saya duduk disana dan tidak mencium bau-bau yang aneh kecuali pada beberapa orang saja. Yaaah, gak semua orang keteknya bau juga kan, Kaaak! Kursi di sebelah saya kosong sedangkan kursi di dekat lorong ditempati oleh bapak-bapak paruh baya yang sepertinya berkebangsaan Perancis.  "Hi," sapanya. Saya hanya menjawab dengan senyum sambil menga...

PASPOR SI KIKI : MENUJU TITIK KECIL DI AFRIKA

Image
Setelah mengunjungi Basillica Cistern, kami diajak untuk kembali ke restoran dan makan siang. Nah, kali ini ini kami diminta memilih antara menu ayam atau sapi. Saya dan Pak Zul pilih sapi, Pak Ari ‘terpaksa’ pilih menu ayam karena mengira kami makan ayam. Hidangan pembuka sudah tersaji di meja kami. Ada salad wortel, mentimun dan entah sayuran apa lagi di mangkok kami. Kecombrang gitu ya? Tapi masa ada kecombrang di Turki? Hahaha. Saya mencoba sesuap dan kapok. Tak cocok dengan lidah katrok saya. Ceritanya appetizer lunch pertama di Turki Tak lama setelah itu datanglah hidangan utama, kebab sapi, yihuy! Porsinya sedikit tapi enaaaakk. Kurang sambal sih menurut saya mah, maklum bu biasa makan sambal goreng kentang. Hahaha. Makaaan gratisaaan~ Setelah makan siang, Burhan (ternyata guide kami namanya Burhan bukan Omar. Saha atuh nya si Omar teh? Maaf pemirsa!) mengajak kami kembali ke bus. Bagi orang-orang yang masih transit lebih dari jam 6 sore ikut bus lain sedangkan...

PASPOR SI KIKI : BERTATAP MUKA DENGAN PATUNG MEDUSA

Tujuan tur selanjutanya adalah Basillica Cistern, yaitu tempat penampungan air di masa Romawi yang bisa menampung sampai dengan 100.000 m3 air TANPA BOCOR! Jaman sekarang mah gentong juga pada bocor! Kabarnya, dulu untuk mengunjungi tempat ini para turis harus menggunakan perahu. Tapi sekarang sudah dibangun jembatan yang bisa mempermudah akses kunjungan para wisatawan dan juga lebih aman untuk selfie-selfie. Di dalam penampungan air ini banyak sekali ikan dalam ukuran jumbo loh! Basillica Cistern sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan terhadap air masyarakat sekitar Konstatinopel. Selain itu, tempat ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan supply air Hagia Sophia dan sekitarnya. Pembangunan tempat ini dilakukan (kalau tidak salah) bersamaan dengan pembangunan Hagia Sophia. Air yang terdapat di penampungan air ini berasal dari sungai sebelah utara. Entah teknologi macam apa yang dibuat mereka tapi penampungan ini selalu memiliki supply air yang cukup, tidak kurang dan tidak lebih...

PASPOR SI KIKI : BERTEMU HAGIA SOPHIA PART II

Omar menjelaskan tentang tanda salib yang seharusnya ada di pintu tapi dikikis sehingga terlihat menjadi seperti garis panjang saja. Ini menunjukkan betapa kaum muslimin saat itu sangat toleran karena kalau mereka mau, mereka bisa mengganti pintu tersebut. Kami juga diberi penjelasan tentang gambar-gambar malaikat, maria, yesus, dll yang ditutup kain atau kaca putih saat Hagia Sophia menjadi masjid. Gambar-gambar tersebut tidak dimusnahkan sebagai bentuk penghormatan terhadap umar Kristen saat itu. Ironisnya, langit-langit Hagia Sophia yang memang berlapiskan emas itu sudah sedikit terkelupas catnya karena sempat dijarah oleh manusia yang tidak bertanggungjawab. Disana juga terdapat banyak pamflet yang sangat informatif tentang kondisi Hagia Sophia pada awalnya dan sejarah yang berkaitan dengannya. Saat kami diajak masuk kedalam, kami diperlihatkan lekukan di depan pintu gerbang. Lekukan tersebut disebabkan oleh prajurit yang selalu berdiri sigap disana dan membuat tanah yang mer...

PASPOR SI KIKI : TURKI JILID I –BERTEMU HAGIA SOPHIA-

Awalnya saya malas menuliskan cerita ini karena foto-foto saya dari memory card kamera saku sudah berpindah ke laptop yang ada di rumah. Hasrat narsis terhambat, semangat nulis berkurang. Benar-benar blogger abal-abal. Hahaha. Tapi karena takut keburu lupa dengan ceritanya, baiklah saya curcol sampe meluber-luber di blog ini. Keterangan gambar akan di upload di Flickr atau Facebook. Nah, menginjakkan kaki di Kota Istanbul membuat saya tersenyum cerah ceria sepanjang hari. Kenapa? Karena disini tukang jagung dan kacang saja ganteng badai. Tengok kanan kiri rata-rata para makhluk berjakun yang ada di kota ini berjanggut, kumis tipis dan macung. Lengkap juga dengan tatapan mata yang tajam dan juga bulu mata yang lentik. Postur tubuh mereka beberapa ada yang atletis, beberapa yang lain yaaa buncit-buncit macam om-om gitu. Ada yang tinggi, ada juga yang mini-mini gitu. Intinya, ganteng deh.  Oke skip pembahasan tentang populasi manusia ganteng yang terakumulasi di Turki. S...