Berteman

July 17, 2014 Qeeya Aulia 0 Comments

Hampir delapan tahun yang lalu saya pernah belajar bagaimana mengenal seseorang jauh sebelum dekat dengannya. Kenali temannya. Ya, teman. Sebegitu berpengaruh kah teman kepada hidup seseorang? Menurutku sangat berpengaruh, apalagi teman hidup *mulaigalau.

Setidaknya, teman-teman saya benar-benar mewarnai kehidupan saya. Entah seberapa besar warna yang telah saya berikan kepada kehidupan mereka. Sayangnya, saya hanya punya beberapa teman dekat dengan kadar dekat yang berbeda-beda dan cara berbincang maupun berkomunikasi yang beraneka rupa. 

Tapi perlu diingat, dirimu akan diingat melalui hal-hal yang disukai temanmu. Temanku yang suka menulis, menceritakan kisah kami dan bahkan curhatanku padanya ke dalam sebuah tulisan. Temanku yang senang membuat film, mengutip secuil kenanga-kenangan bahkan obrolan singkan kami ke dalam sebuah skenario film. Temanku yang menggandrungi puisi mengutip beberapa kejadian yang membuat kami terdiam tertampar oleh hikmah maupun pelajaran dibaliknya dalam bait-bait puisi yang memikat hati. 



Dulu saya hampir tidak percaya pertemanan. Dulu, saya merasa teman hanya orang yang datang saat ia membutuhkan sesuatu, begitupun sebaliknya. Yang ada di pikiran saya, berteman baik dalam jangka panjang hanya membuang-buang waktu dan menutup kesempatan untuk bertemu orang-orang baru yang lebih membuat hidup terasa berwarna. Tapi nyata agamaku menganjurkan kami berteman. Berteman, bersosialisasi dan menjalin silaturahmi lebih baik daripada berdiam diri dan terus menerus memuja Tuhan. Melalui kalam-Nya, Ia menunjukkan bahwa tujuan penciptaan manusia di dunia ini untuk memperluas kasih sayang di dunia melalui manusia lainnya sebagai perpanjangan kasing sayang-Nya. 

Saya kemudian menyadari bahwa sikap saya yang terlalu sinis memandang sebuah pertemanan itu hanya sebuah ekspresi bagian hati yang terluka dan tak mampunya diri ini untuk berdamai dengan masa lalu. 

Sekarang, setidaknya sedikit demi sedikit saya sadar bahwa berteman bukan hanya berkisar dibutuhkan atau membutuhkan. Berteman juga berbicara tentang bagaimana kita saling mengingatkan tentang tujuan terbesar dalam hidup yang ingin dicapai. Berteman membahas tentang bagaimana caranya kami bisa saling mendukung satu sama lain dalam hal yang positif. Berteman juga tentang bagaimana bersama dalam sebuah kebersamaan yang bermakna, bukan sekedar bercanda tawa. Berteman mengajarkanku caranya berkasih sayang pada orang yang dulunya bukan siapa-siapa. Karena menurutku, teman adalah orang yang bisa membersamai kita menentukan masa depan. 

You Might Also Like

0 komentar: