Aalst, Belgium #4

December 14, 2014 Qeeya Aulia 0 Comments

Hari pertama dimulai. Kebanyakan wajah-wajah Eropa yang memenuhi ruangan training tersebut. Mereka sibuk ber-hahaha-hihihi dan bertukar sapa satu sama lain. Saya dan partner saya cengok di awkward moment semacam ini. Untuk mencairkan suasana, saya juga mengenalkan diri. Awalnya saya ingin mengenalkan diri sebagai Arrizqiya. Namun karena komunikasi via email dari HR Director Asia Pasific menyebut saya Kiki, yasudahlah nama Kiki yang saya perkenalkan. Ngerti gak? Gak apa-apa kok gak ngerti juga, gak penting, Hahaha

Saya bertemu dengan Belgium HR Recruitment & Selection Manager yang ikut riweuh ngurusin konfirmasi booking hotel untuk urusan pembuatan VISA. Seperti yang sudah saya ketahui sebelumnya mereka semua spesialis, alias sudah expert di bidang masing-masing. Rata-rata yang ikut training ini adalah Talent Acquisition Specialist atau HR Manager dari setiap negara. Bahkan partner saya pun sudah berkutat dengan dunia rekrutmen lebih dari 5 tahun. Jadi, saya adalah peserta terunyu dan terpolos saat itu #tsah

Sempat ada yang bertanya kenapa saya bisa ikut pelatihan ini. Saya juga agak kaget sekaligus happy saat diberitahu akan ikut training tersebut, tapi setelah mengamati isi materi dan juga peserta training saya bisa menerka-nerka jawabannya. Yaitu karena saya HR Recruitment & Development di Bandung. Materi yang diberikan juga sekitar proses rekrutmen dan pengembangan karyawan lewat kompetensi. Selain itu juga ada pengggunaan tes psikometri online yang digunakan untuk keduanya. Jadi, diutuslah saya oleh atasan ke Belgia untuk training ini. Tapi saya masih belum tahu jawaban kenapa harus saya yang hanya rekrutmen di tingkat lokal, Yaaah, ini namanya hoki sodara sodaraaa. 

Hari pertama adalah pengenalan kompetensi. Isinya hampir mirip dengan apa yang saya pelajari di mata kuliah Assessment Centre. Terimakasih ibu-ibu dosen. Ilmunya bermanfaat sekali. 

Secara sederhana, kompetensi itu perilaku orang-orang yang punya kinerja diatas rata-rata, bisa karena pendekatannya yang berbeda dari orang-orang kebanyakan. Bisa juga karena perilakunya yang berbeda dari orang kebanyakan. Nah, perilaku orang-orang kompeten biasanya lebih efektif dan efisien dibandingkan orang-orang kebanyakan dengan posisi dan pekerjaan yang sama. 

Kebanyakan isi materinya lebih ke latihan dan diskusi kelompok. Seru deh pokoknya. Kami berdebat satu sama lain saat mengelompokkan tindakan kedalam kompetensi dan levelnya. Sayangnya, karena keterbatasan kemampuan bahasa saya tidak bisa terlalu aktif di forum itu. Untungnya, semua pertanyaan saya sudah ditanyakan oleh peserta lain. Jadi saya fokus mencatat semua informasi yang saya terima. Kayak kuliah deh rasanya. Mungkin gini ya rasanya kuliah di luar negeri.

Waktu istirahat makan siang datang. Kami duduk bersama dan bercakap-cakap satu sama lain. Saat makanan pembuka datang saya tanya apakah makanan tersebut halal atau tidak dan dijawab:

"Yes. We provide it especially for you."

Wihi..terharu. 

Selanjutnya adalah makanan utama yaitu sandwich. Alamak kenyang gak ya saya? Kata teman-teman saya, belum makan namanya kalau tidak makan nasi. Dan saya survive 'tidak makan' selama 7 hari. Mwhahahaha. Saya cuma makan roti, kentang goreng, telur, daging, dll. 

Makan siang selesai, selanjutnya sesi lanjutan yaitu latihan-latihan lagi. Tutor kami asyik bahasa Inggrisnya. Walaupun dia asli orang Jerman dan terkadang riweuh serta keceplosan bahasa Jerman, tapi tetap dapat dimengerti dengan mudah. 

Saya perhatikan rata-rata para peserta bisa bahasa Jerman maupun Perancis, baik sebagai bahasa ibu ataupun bahasa yang mereka pelajari sendiri. Sungguhan deh, bahasa itu jendela dunia. Belajar bahasa tidak pernah rugi barang sedetik pun.

Hari pertama berjalan dengan lancar. Ternyata training di luar negeri dengan peserta dari seluruh penjuru dunia selain Amerika itu biasa saja ya. Saya kira akan waw gimana gitu. Tapi memang sih insight yang didapat meluap. Banyak pisan. Seketika, saya merasa nyaman dan tidak terlalu mengkhawatirkan banyak hal. Tapi semua tidak selalu begitu di hari kedua dan seterusnya..

You Might Also Like

0 komentar: